Kaum Buruh, Ayo Berpolitik dan Majukan Gerak Sejarah

PERSATUAN PERJUANGAN INDONESIA

Pernyataan Sikap pada Peringatan May Day 2015

cropped-persatuan-perjuangan1.jpgDi tahun ini, may day berbeda, pertama karena Pemerintah telah menjadikan may day sebagai hari libur nasional, kedua kaum buruh memberanikan diri mendeklarasikan satu sikap bersama, yaitu buruh berpolitik dan membangun alat politiknya sendiri. Kesadaran dan perjuangan kaum buruh telah selangkah lebih maju, dari yang semula bersifat ekonomis menjadi politis. Kenyataan yang terjadi beberapa tahun belakangan dari berbagai pengalaman perjuangan kaum buruh yang bermacam-macam serikat buruh/serikat pekerja (SP/SB), mulai dari penolakan terhadap PHK sepihak dan perjuangan penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, lalu mogok nasional telah memberikan pelajaran berarti bagi kaum buruh. Kesadaran-kesadaran berjuang tersebut perlahan dan pasti semakin kuat, semakin maju. Baca lebih lanjut

Iklan

Tolak Politik Upah Murah “Bangun Persatuan Buruh Terencana dengan Senjata Mobilisasi Massa Aksi”

Pernyataan Sikap Persatuan Perjuangan Indonesia (PPI) Bekasi

Salam Persatuan Perjuangan!!!
Hidup Persatuan Kaum Buruh!!!

Dua hari terakhir (20-21 Nov 2014) buruh di Kab. Bekasi berjuang tanpa lelah, tumpah ruah di belbagai kawasan industri menuntut kenaikan upah 30%. Lagi-lagi perundingan dewan pengupahan deadlock. Apindo masih mengajukan angka 2.4 jt dan unsur pemerintah di angka 2.7 jt sedangkan buruh tetap diangka 3.6 jt. Kaum buruh pun sadar bahwa upah 3.6 belumlah dirasa layak, karena penetapan upah masih bersandar pada 60 Khl (“survei tidak riil) untuk 1 tahun, dimana 60 KHL tersebut masih jauh dari kebutuhan hidup layak. Dalam penetapan upah pun tidak ada penyesuaian jika terjadi inflasi yang ditinjau secara periodik. Sehingga upah bersifat konstan dalam 1 tahun, sementara dinegeri ini selalu mengalami kenaikan harga-harga. Kenaikan upah dalam skema Politik Upah Murah hanya cukup untuk membuat buruh dan keluarganya layak hidup guna terus dijadikan “budak mesin modern”.

Sementara itu, aksi buruh di Kabupaten Bekasi dibubarkan secara brutal oleh polisi yang dibantu oleh preman. Buruh dipukuli, ditembak gas air mata, mobil komando dirusak, motor buruh dihancurkan dan beberapa buruh ditangkap. Kebrutalan aparat kepolisian ini sebagai sinyal untuk melemahkan gerakan buruh, melemahkan perjuangan upah. Karena memang mereka adalah alat represif/ kekerasan untuk melindungi para pemilik modal. Baca lebih lanjut

PERNYATAAN SIKAP PERSATUAN PERJUANGAN INDONESIA – 1 Mei 2010

1 Mei 2010 – Kaum Buruh dan Massa Rakyat Bersatulah Bangun Organisasi Politik Yang Revolusioner Untuk Rebut Kekuasaan dan Kesejahteraan Sejati

Hidup Buruh !!

Hidup Tani !!

Hidup Massa Rakyat Progresif !!

Salam Persatuan Perjuangan untuk Pembebasan Nasional !!

Setelah National Summit 2009 berjalan dengan mulusnya yang melahirkan banyak rekomendasi kebijakan ekonomi kapitalistik selama 5 tahun ke depan, setelah ACFTA disahkan pada Januari 2010 sesunguhnya membuat Industri dalam negeri tak berdaya dan mematikan peluang hidup ratusan Juta Buruh industri, Puluhan Petani Tak Bertanah di Indonesia. Namun Rezim Boneka Kapitalis SBY dan Para Elit poitik yang berada di Senayan, justru menutup mata atas kenyataan dari dampak yang berkembang

Untuk Kaum buruh, menanggung semua beban dari krisis kapitalisme kemarin 2008-2009. Saat ini dan mungkin di masa yang akan datang mereka tetap dijadikan bulan-bulanan kembali dengan berbagai kebijakan Negara, karena semua komitnen politik dari rezim berkuasa maupun semua partai-partai borjuasi saat ini hanya diabdikan pada para pemodal.

Saat ini terus terjadi Ledakan angka PHK, rendahnya jaminan social kaum buruh, dibatasinya kehidupan berorganisasi dalam pabrik, masih konsistenya Negara medalam menerapkan politik Upah murah dan lainya, cukup membuktikan bahwa Negara Republik kapitalis Indonesia tidak pernah melindungi kaum buruh.

Tidak benar, kalau Negara menyatakan ada Jaminan Sosial terhadap kaum buruh, ada perlindungan terhadap kebebasan berorganisasi, ada Intervensi yang sungguh-sungguh dari Negara saat buruh di PHK. Ternyata itu semua, tidak hadir secara alamiah alias akibat dari kebaikan Negara.

Tapi semua hak-hak dasar yang saat ini sudah diraih oleh kaum buruh adalah akibat perjuangan yang keras oleh kaum buruh itu sendiri. Kita bisa belajar dari pengalaman perjuangan KPB Jabotabek, saat melakukan tekanan politik menuntut Hak dan kepastian bekerja lewat aksi massa dan pemogokan 2 hari 2 malam di Depnakertrans beberapa waktu yang lalu.

Dengan derajat penindasan yang tidak kalah dengan kaum buruh, para petani miskin dan buruh tani tak bertanah di pedesaan yang jumlahnya puluhan juta jiwa. Sekarang juga kian meradang kehidupanya, janji-janji manis rezim yang katanya sudah melakukan Program Pembaruan Agraria Nasional (PPAN), dengan melakukan redistribusi tanah sebanyak 8,15 juta Hektare kepada para petani. Ternyata jauh panggang dari api.

Karena PPAN ternyata orientasinya lebih bersifat land market (pemenuhan pasar tanah, bagi Investor) hasil asistensi ADB yang didesakkan di BAPPENAS dan BPN beberapa tahun yang lalu. Jadi Progam ini kami menyebutnya bukan untuk petani atau rakyat tak bertanah tapi untuk kepentingan investor (Pemodal) semata.

Walhasil, dengan melihat kaum buruh dan petani sebagai dua komponen pokok rakyat yang paling banyak mendiami republik ini, namun kehidupan ekonomi mereka saat ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti secara kualitatif. Akibat Negara kapitalis Indonesia masih menghalangi pertumbuhan kesehjateraan mereka dan massa rakyat tertindas terhisap lainya.

Saat ini Lewat perjuangan dan kampanye politik pada Kamis, 22 April 2010 ini. Persatuan Perjuangan Indonesia, beserta seluruh barisanya di Buruh, petani, pemuda mahasiswa dan miskin perkotaan berkeyakinan politik bahwa sesungguhnya rezim boneka kapitalis yang dipimpin SBY saat ini TELAH GAGAL 100% untuk membawa Indonesia Merdeka 100%.

Maka lewat aksi ini pula PPI menyatakan sikapnya mendukung seluruh perjuangan politik yang maju hasil kreasi massa rakyat dan kaum Proletar Indonesia. Termasuk mendukung aksi-aksi kaum buruh pada hari buruh internasional yang berlangsung pada 1 Mei 2010.

Sudah saatnya kita semua selaku massa rakyat Indonesia terus mempertinggi dan memperhebat cara-cara perjuangan kepada lawan-lawan poltik kita yakni kaum borjuis dan seluruh elit politik penindas rakyat, mempersolid tindakan berorganisasi lewat Organisasi Politik Revolusioner bukan organisasi politik buatan elit dan kaum borjuis yang sangat konservatif dan anti perubahan, Kami juga akan mengembangkan cara-cara berpolitik yang lebih revolusioner yang pernah dijalankan kaum proletar di seluruh dunia.

Akhirnya dengan momentum Hari buruh Internasional pada hari Sabtu tanggal 1 Mei 2010, Kami PPI beserta Massa Rakyat Indonesia lewat aksi massa akan menunjukkan dan membongkar siapa dan bagaimana sebenarnya watak dan sifat Seluruh Elit Politik, Partai partai Borjuis yang dikomandoi oleh SBY lewat system Kapitalisme, apakah masih layak dipertahankan di Indonesia atau diganti kehendak politik revolusioner massa rakyat dengan system yang lebih adil yakni SOSIALISME.

Salam Persatuan Perjuangan Untuk Pembebasan Nasional !!!

Jakarta, 22 April 2010

Komite Sentral

Persatuan Perjuangan Indonesia

Kent Yusriansyah

Sekretaris Jenderal

HIDUP BURUH !! BURUH BERSATU RAKYAT SEJAHTERA !!

KPBJ

Komite Perjuangan Buruh Jabodetabek

FPBJ, SPKAJ, APO JICT, GSBI, GESBURI, GSPB, SBTPI, SPOI

MENYATAKAN SIKAP

HIDUP BURUH !!

BURUH BERSATU RAKYAT SEJAHTERA !!

Perjuangan Kami Tidak Akan Surut Walau Skorsing, Outsourching, dan Pemberangusan Serikat Serta Praktek-Praktek Mafia Peradilan Tetap dijalankan

Kami menyadiri 100% bahwa perjuangan buruh (termasuk kita semua yang ada disini) sejak tegaknya system kapitalisme di Muka bumi Indonesia, sesungguhnya perjuangan ekonomis, sampai pada hal politis selalu dibatasi, dihancurkan bahkan tidak sedikit kawan-kawan kami yang kehilangan pekerjaan dan nyawa akibat mereka perjuangan yang mereka lakukan dalam menuntut hak-hak yang sebenarnya sudah diakui Negara ini dalam UU dan berbagai peraturan hubungan industrial.

Namun semua Peraturan dan bahkan lembaga-lembaga yang berwenang mengurus masalah hubungan hubungan Industrial, termasuk melakukan pengawasan terhadap Perusahaan-Perusahaan yang tidak menjalankan ketentuan perundangan yang berlaku di Indonesia saat ini. Terntyata banyak hiasan saja dan bagai macan ompong yang memiliki kekuatan. Baca lebih lanjut

Pernyataan Sikap FPBJ terhadap Perjuangan Buruh Nestle

Pimpinan Pusat

Federasi Perjuangan Buruh Jabodetabek (FPBJ)

Disnaker Kab.Bekasi No.Pencatatan : 705/CTT.250/I/2008

Jl. Raya Fatahilah, Rt. 002/04 No. 24 Kampung Pengkolan, Desa Kalijaya

Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

PERNYATAAN SIKAP

PIMPINAN PUSAT FEDERASI PERJUANGAN BURUH JABODETABEK

Proses panjang buruh Nestle Indonesia Panjang untuk memperjuangkan kesejahteraannya merupakan hak buruh yang telah di atur dalam undang-undang yang sah di republik ini. Segala usaha untuk menghalang-halangi proses perjuangan ini adalah suatu tindakan kejahatan dan amoral.

Usaha penggantian kepengurusan SBNIP yang dimulai sejak Desember 2007 tanpa melalui proses yang demokratis dan sesuai AD/ART SBNIP jelas-jelas merupakan usaha Pemberangusan Serikat (Union Busting). Hal ini sangat bertentangan dengan Universal Declaration of Human Right (UUHDR) Pasal 20 dan 23, UU N0.21/2000, Kepres RI No.83/1998.

Pemberangusan SBNIP yang menjadi wadah buruh Nestle Indonesia Panjang untuk memperjuangkan kesejahteraannya ini sarat dengan kepentingan untuk menghadang proses perundingan untuk memperbaharui PKB (Perjanjian Kerja Bersama) yang habis masa belakunya pada Desember 2007.

Pengusaha sebagai penyewa tenaga kerja wajib untuk memberikan dan menghormati seluruh hak-hak buruh. Dan usaha untuk menghalang-halangi buruh untuk memperoleh hak nya dan memperjuangkan kesejahteraannya merupakan kejahatan yang tak dapat diterima.

Maka, kami dari Pimpinan Pusat Federasi Perjuangan Buruh Jabodetabek dengan ini mengecam dan menuntut:

  1. Menyerukan agar pihak PT. Nestle Indonesia Panjang segera menghentikan tindakan Pemberangusan Serikat (Union Busting).

  1. Menyerukan agar pihak pengusaha segera memberikan Kebebasan Berserikat bagi Buruh.

  1. Menyerukan agar pihak pengusaha segera membayarkan Upah yang Layak bagi Buruh.

  1. Menyerukan agar pihak pengusaha segera menghapus sistem Outsourching dan Kerja Kontrak yang ada pada bagian produksi

  1. Menyerukan agar pihak pengusaha segera merealisasikan Komponen Pesangon dan Dana Pensiun yang layak.
  1. Menyerukan pada Buruh Nestle Indonesia Panjang untuk bersatu padu dalam memperjuangkan hak-hak buruh.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat dengan ketekadan yang bulat dan hati yang teguh dalam memperjuangkan setiap hak-hak kaum buruh.

Hormat kami,

Kabupaten Bekasi, 17 Juni 2009

Helmi yadi Ganto Almansyah,SH

Ketua Umum                                                                         Sekretaris Jenderal

Tembusan : 1. Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Nasional

2. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)

3. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia

4. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI

5. ILO Indonesia

6. Arsip

Mari Dukung Perjuangan Buruh CV Jaya Abadi !!

FPBJ

Federasi Perjuangan Buruh Jabotabek

Pimpinan Tingkat Perusahaan

CV Jaya Abadi

JL. Pluit Muara Karang, Blok C No 9-12, Penjaringan-Jakarta Utara

———————————————————————————————————————————————-

CV Jaya Abadi adalah perusahaan makanan yang memproduksi BISKUIT MARIE REGAL sejak tahun 1977. Sudah dapat dipastikan bahwa tidak ada yang tidak mengenal Biskuit MARIE REGAL, atau bahkan kawan-kawan dan keluarga juga konsumen dan penikmat    biskuit MARIE REGAL. Tidak ada yang meragukan kenikmatan dan kegurihan nya bahkan dibeberapa website yang melakukan pengujian makanan, biskuit ini selalu mendapatkan bintang 4 bahkan bintang 5. karena kenikmatan dan kegurihannya membuat biskuit MARIE REGAL tidak perlu mengeluarkan biaya untuk iklan, bahkan biskuit ini juga dikenal sebagai biskuit untuk kalangan menengah atas karena harga jualnya yang lebih mahal dibandingkan biskuit marie lainnya.

Semua rasa nikmat dan gurih tersebut adalah buah karya dari kami buruh di cv jaya abadi, selama puluhan tahun kami telah mengubah bahan baku telur, tepung, mentega dll nya menjadi biskuit yang renyah dan nikmat, sungguh sebuah karya yang mengagumkan dan membanggakan. Kawan-kawan, apakah nasib kami sama nikmatnya dengan hasil karya kami? Tidak!, Kawan-kawan, apakah kami tidak berhak merasakan kesejahteraan seperti yang dinikmati oleh pemilik perusahaan cv jaya abadi? Kami sangat tahu bahwa keluarga pemilik cv jaya abadi dapat menjadi orang terkaya didaerah Jakarta utara khususnya pluit dikarenakan tenaga dan kerja kami selama ini.

Selama sekita 30 tahun biskuit ini diproduksi dan menguasai pasar biskuit diIndonesia, yang kami dapatkan hanyalah upah yang besarnya tidak jauh dari nilai UMP DKI, saat ini buruh yang telah bekerja sejak awal pabrik ini berdiri dan saat ini telah berumur 57 tahun, upah yang didapatkan hanya Rp 50.000/hari, atau sekitar Rp 1.250.000 (satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah), ditambahkan uang makan Rp 7000/hari, fasilitas kesehatan hanya bagi kami buruh (keluarga tidak ditanggung oleh perusahaan), dan TIDAK ADA uang transport dan tunjangan lainnya. Apakah adil bila dibandingkan dengan kekayaan yang berlimpah ruah yang dinikmati oleh pemilik cv jaya abadi?

Pada awal agustus 2008 melalui Serikat buruh kami, Pimpinan Tingkat Perusahaan cv jaya abadi- Federasi Perjuangan Buruh Jabotabek, telah mengajukan perundingan dengan pihalk manajemen cv jaya abadi, dalam perundingan tersebut kami mengajukan adanya pembahasan ulang tentang system pengupahan di cv jaya abadi, kami mengajukan adanya system yang jelas dan adil dalam menentukan upah, tawaran kami adalah: Upah = UMSK + Tunjangan tetap + Tunjangan Tidak Tetap, tunjangan tetap adalah: tunjangan keluarga (anak, dam istri/suami), perumahan, masa kerja dan prestasi, sedang tunjangan tidak tetap adalah: tunjangan kehadiran, transport dan makan.

Dalam perundingan tersebut pihak manajemen tidak dapat memutuskan karena menunggu pemilik perusahaan, tetapi sehari setelah perundingan tersebut manajemen mengeluarkan berita tentang kenaikan upah yang disetujui adalah sebesar 5% tanpa mau membahas tentang system pengupahan yang ada. Berita tersebut juga tidak diberitahukan secara resmi kepada serikat buruh kami tetapi dihembuskan kepada pekerja, berita kenaikan upah 5% ini juga diikuti dengan berita akan dilakukannya PHK terhadap 50 orang pekerja. Sejak berita kenaikan 5% yang dihembuskan tersebut pihak manajemen tidak mau lagi diajak untuk berunding sampai kami mengajukan pemberitahuan mogok secara sah, dan pada tanggal 26 agustus 2008 terjadi perundingan yang juga dihadiri oleh petugas dari disnaker Jakarta utara, pada perundiang tersebut pihak manajemen hanya menegaskan tentang tawaran kenaikan upah 5% dan tambahan uang makan sebesar Rp 1000, dan kembali sama sekali tidak mau membicarakan tentang system pengupahannya.

Ketidak mauan pihak manajemen untuk membicarakan system pengupahan disebabkan oleh selama ini besarnya upah kerja dijadikan sebagai alat untuk memecah belah persatuan buruh di cv jaya abadi. Sering sekali buruh yang dianggap “baik” karena selalu menuruti kemauan pihak perusahaan diberikan tambahan upah, sedangkan buruh yang lain tidak ada padahal sama-sama bekerja pada bagian yang sama, pekerja laki-laki diberikan bonus uang rokok agar tidak bersatu dengan buurh perempuan, dan banyak lagi cara-cara adu domba yang dilakukan untuk melanggengkan system upah murah di cv jaya abadi.

Pada tanggal 27 agustus 2008, mogok kerjapun kami lakukan, mulai jam 08.00 wib, peserta mogok kerja saat ini sekitar 110 orang dan mayoritas nya adalah buruh perempuan, buruh laki-laki banyak yang masuk kerja karena adanya adu domba yang dilakukan oleh pihak manajemen dan adanya intimidasi phk bila mengikuti mogok kerja. Sekitar pukul 10.30 wib perwakilan buruh diajak berunding oleh pihak manajemen, perundingan tersebut juga dihadiri oleh petugas disnaker Jakarta utara dan kuasa hukum perusahaan (2 orang). Kembali dalam perundingan ini perushaan hanya mengulangi tawarannya tentang kenaikan 5% dengan alasan hanya itu kesanggupan pihak perusahaan, sungguh bagi kami ini sebuah kebohongan! Karena selama ini kami selalu bekerja memproduksi biskuit MARIE REGAL, bahkan hampir tiap sabtu kami lembur untuk berproduksi agar kebutuhan para konsumen MARIE REGAL dapat terpenuhi. Apakah mungkin cv jaya abadi mau berproduksi bila selama ini tidak untung?

Saat ini sebagian produksi masih berjalan karena sejak tanggal 18 agustus 2008 pihak manajemen telah memasukkan buruh dari yayasan (buruh outsourcing), kami juga telah melaporkan pelanggran penggunaan buruh outsourcing disektor inti perusahaan kepada pengawasan disnaker Jakarta utara, tetapi hingga saat ini belum ada penindakan dari pihak pengawas.

Dengan ini kami minta dukungan solidaritas dari kawan-kawan seperjuangan untuk mengirimkan fax desakan kepada pihak manajemen cv jaya abadi, dengan No 021-6692970. Kami sangat berharap dalam surat desakan tersebut kawan-kawan semua juga memberikan ancaman boikot beli sebagai konsumen Marie Regal.

Tuntutan kami adalah:

  1. Buat system pengupahan yang adil dan jelas di cv jaya abadi
  2. Tolak penggunaan system kerja outsourcing dan angkat buruh outsourcing (yayasan) yang telah bekerja lebih dari 3 bulan di cv jaya abadi
  3. Hentikan intimidasi kepada buruh yang sedang mogok dan yang akan mogok.
  4. Awasin Petugas pengawasan Disnaker Jakarta Utara

Demikianlah surat ini kami buat buat, semoga persatuan perjuanagan kaum buruh bisa semakin kita tingkat agar ketidak adilan kaum modal dapat kita musnahkan! Persatuan Perjuanga Buruh Untuk Kekuasaan Kelas Buruh!

Jakarta, 27 Agustus 2008

(Riyanti)

Ketua FPBJ PTP CV Jaya Abadi

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Ade Hetty ( 0813 8029 7827), John Silaban (0813 8747 5498)