PERNYATAAN SIKAP PERSATUAN PERJUANGAN INDONESIA – 1 Mei 2010

1 Mei 2010 – Kaum Buruh dan Massa Rakyat Bersatulah Bangun Organisasi Politik Yang Revolusioner Untuk Rebut Kekuasaan dan Kesejahteraan Sejati

Hidup Buruh !!

Hidup Tani !!

Hidup Massa Rakyat Progresif !!

Salam Persatuan Perjuangan untuk Pembebasan Nasional !!

Setelah National Summit 2009 berjalan dengan mulusnya yang melahirkan banyak rekomendasi kebijakan ekonomi kapitalistik selama 5 tahun ke depan, setelah ACFTA disahkan pada Januari 2010 sesunguhnya membuat Industri dalam negeri tak berdaya dan mematikan peluang hidup ratusan Juta Buruh industri, Puluhan Petani Tak Bertanah di Indonesia. Namun Rezim Boneka Kapitalis SBY dan Para Elit poitik yang berada di Senayan, justru menutup mata atas kenyataan dari dampak yang berkembang

Untuk Kaum buruh, menanggung semua beban dari krisis kapitalisme kemarin 2008-2009. Saat ini dan mungkin di masa yang akan datang mereka tetap dijadikan bulan-bulanan kembali dengan berbagai kebijakan Negara, karena semua komitnen politik dari rezim berkuasa maupun semua partai-partai borjuasi saat ini hanya diabdikan pada para pemodal.

Saat ini terus terjadi Ledakan angka PHK, rendahnya jaminan social kaum buruh, dibatasinya kehidupan berorganisasi dalam pabrik, masih konsistenya Negara medalam menerapkan politik Upah murah dan lainya, cukup membuktikan bahwa Negara Republik kapitalis Indonesia tidak pernah melindungi kaum buruh.

Tidak benar, kalau Negara menyatakan ada Jaminan Sosial terhadap kaum buruh, ada perlindungan terhadap kebebasan berorganisasi, ada Intervensi yang sungguh-sungguh dari Negara saat buruh di PHK. Ternyata itu semua, tidak hadir secara alamiah alias akibat dari kebaikan Negara.

Tapi semua hak-hak dasar yang saat ini sudah diraih oleh kaum buruh adalah akibat perjuangan yang keras oleh kaum buruh itu sendiri. Kita bisa belajar dari pengalaman perjuangan KPB Jabotabek, saat melakukan tekanan politik menuntut Hak dan kepastian bekerja lewat aksi massa dan pemogokan 2 hari 2 malam di Depnakertrans beberapa waktu yang lalu.

Dengan derajat penindasan yang tidak kalah dengan kaum buruh, para petani miskin dan buruh tani tak bertanah di pedesaan yang jumlahnya puluhan juta jiwa. Sekarang juga kian meradang kehidupanya, janji-janji manis rezim yang katanya sudah melakukan Program Pembaruan Agraria Nasional (PPAN), dengan melakukan redistribusi tanah sebanyak 8,15 juta Hektare kepada para petani. Ternyata jauh panggang dari api.

Karena PPAN ternyata orientasinya lebih bersifat land market (pemenuhan pasar tanah, bagi Investor) hasil asistensi ADB yang didesakkan di BAPPENAS dan BPN beberapa tahun yang lalu. Jadi Progam ini kami menyebutnya bukan untuk petani atau rakyat tak bertanah tapi untuk kepentingan investor (Pemodal) semata.

Walhasil, dengan melihat kaum buruh dan petani sebagai dua komponen pokok rakyat yang paling banyak mendiami republik ini, namun kehidupan ekonomi mereka saat ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti secara kualitatif. Akibat Negara kapitalis Indonesia masih menghalangi pertumbuhan kesehjateraan mereka dan massa rakyat tertindas terhisap lainya.

Saat ini Lewat perjuangan dan kampanye politik pada Kamis, 22 April 2010 ini. Persatuan Perjuangan Indonesia, beserta seluruh barisanya di Buruh, petani, pemuda mahasiswa dan miskin perkotaan berkeyakinan politik bahwa sesungguhnya rezim boneka kapitalis yang dipimpin SBY saat ini TELAH GAGAL 100% untuk membawa Indonesia Merdeka 100%.

Maka lewat aksi ini pula PPI menyatakan sikapnya mendukung seluruh perjuangan politik yang maju hasil kreasi massa rakyat dan kaum Proletar Indonesia. Termasuk mendukung aksi-aksi kaum buruh pada hari buruh internasional yang berlangsung pada 1 Mei 2010.

Sudah saatnya kita semua selaku massa rakyat Indonesia terus mempertinggi dan memperhebat cara-cara perjuangan kepada lawan-lawan poltik kita yakni kaum borjuis dan seluruh elit politik penindas rakyat, mempersolid tindakan berorganisasi lewat Organisasi Politik Revolusioner bukan organisasi politik buatan elit dan kaum borjuis yang sangat konservatif dan anti perubahan, Kami juga akan mengembangkan cara-cara berpolitik yang lebih revolusioner yang pernah dijalankan kaum proletar di seluruh dunia.

Akhirnya dengan momentum Hari buruh Internasional pada hari Sabtu tanggal 1 Mei 2010, Kami PPI beserta Massa Rakyat Indonesia lewat aksi massa akan menunjukkan dan membongkar siapa dan bagaimana sebenarnya watak dan sifat Seluruh Elit Politik, Partai partai Borjuis yang dikomandoi oleh SBY lewat system Kapitalisme, apakah masih layak dipertahankan di Indonesia atau diganti kehendak politik revolusioner massa rakyat dengan system yang lebih adil yakni SOSIALISME.

Salam Persatuan Perjuangan Untuk Pembebasan Nasional !!!

Jakarta, 22 April 2010

Komite Sentral

Persatuan Perjuangan Indonesia

Kent Yusriansyah

Sekretaris Jenderal

Iklan

Kronologi Aksi Front Pembebasan Nasional 1 Juni 2008

1.00 – 12.00 WIB
Sekitar 700 massa aksi Front Pembebasan Nasional (FPN) berkumpul di depan Bundaran Hotel Indonesia dan mempersiapkan barisan aksi, dipimpin oleh korlap (koordinator lapangan) aksi dengan meneriakkan yel-yel aksi: ‘Elit politik’, kemudian massa aksi menjawab: ‘Musnahkan! Rakyat berkuasa’. Korlap meneriakkan: ‘BBM naik, siapa tanggung jawab?’, massa aksi menjawab: ‘Kaum modal dan elit politik!’. Korlap meneriakkan: ‘World Bank-IMF’, massa aksi menjawab: ‘Usir lintah darat!’. Selain yel-yel, juga diselingi dengan lagu-lagu perjuangan. Spanduk utama aksi ada 2, yaitu:
1. SBY-JK dan Partai Politik Elit Telah Gagal!! Ambil Alih Industri Migas Di Bawah Kontrol Rakyat !!!
2. Usir Bank Dunia dari Indonesia,Singkirkan SBY-JK dan Partai Politik Elit Penyebab Kenaikan Harga BBM.

12.00 – 12.30 WIB
Masa aksi bergerak mengelilingi Bundaran Hotel Indonesia.

12.30 – 12.45 WIB
Front Pembebasan Nasional melakukan konvoi : 50 pegendara motor, 4 truk dan 5 metro mini, menuju kantor World Bank di Jalan Jenderal Sudirman. Sepanjang perjalanan 50 pengendara motor membunyikan klakson sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan pemerintah SBY-Kalla yang telah menaikkan harga BBM.

13.00 – 13.45 WIB
Panggung politik digelar di depan kantor Bank Dunia dibuka oleh Koordinator FPN, Anwar Sastro Maaruf. Dalam orasi politiknya Kawan Sastro (demikian dia biasa dipanggil) menyampaikan tentang krisis yang disebabkan oleh kebijakan ekonomi kapitalisme. Menjelaskan jalan keluar (solusi) alternatif yaitu: Menasionalisasi perusahaan-perusahaan minyak dan gas di bawah kontrol rakyat, yang hanya bisa dijalankan oleh sebuah pemerintahan alternatif yang berpihak pada rakyat miskin, bukan pemerintahan boneka penjajahan modal dan elit politik. Selain kawan Sastro, juga ketua Front Perjuangan Buruh Jabotabek (FPBJ) menyampaikan orasi politik berkaitan dengan persoalan-persoalan kaum buruh yang diakibatkan oleh kebijakan neoliberalisme.Panggung politik diakhiri dengan rencana penyegelan simbolik dilakukan dengan memajang spanduk ‘Usir Bank Dunia dari Indonesia,Singkirkan SBY-JK dan Partai Politik Elit Penyebab Kenaikan Harga BBM’, di depan masuk Bank Dunia tetapi upaya ini tidak berhasil karena dihalangi oleh puluhan polisi, walaupun kemudian polisi berhasil dipaksa untuk memegang spanduk tersebut.

13.45
Massa aksi FPN kembali melakukan konvoi menuju istana negara.

15.00
Massa aksi tiba di depan Patung Kuda Indosat, dan mengatur barisan sebelum melakukan aksi reli menuju istana negara.

15.30
Massa aksi tiba di depan Istana Negara

15.30 – 17.00
Panggung politik digelar di depan Istana Negara. Orasi pertama dibuka oleh Kawan Nining Elitos Ketua Umum Kasbi, disusul perwakilan dari Serikat Buruh Bangkit, Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara, Aliansi Buruh Menggugat, Persatuan Rakyat Pekerja oleh Ken Budha Kusumandaru, Serikat Mahasiswa Indonesia, Persatuan Politik Rakyat Miskin dan perwakilan dari Organisasi Pelajar. Dalam kesempatan kali ini kawan Gregorius Budi Wardoyo menyampaikan pentingnya untuk membangun dan membesarkan Front Pembebasan Nasional sebagai sebuah wadah alternatif perlawanan rakyat terhadap pemerintahan pro kapitalisme. Penting untuk membangun FPN bukan hanya di Nasional tetapi juga sampat unit terkecil dalam struktur masyarakat. Kawan Yoyok juga menyampaikan kegagalan ekonomi kapitalisme dalam mensejehterahkan rakyat dan sosialisme merupakan jalan keluar alternatif untuk sampai pada kesejahteraan.

Selain massa aksi dari Front Pembebasan Nasional, di istana negara juga telah aksi dari Front Persatuan Rakyat (FPR) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan tuntuan Tolak Kenaikan Harga BBM.

Aksi Front Pembebasan Nasional di Daerah

*Sumatera Utara:*

*Selasa, 27 Mei 2008:* Ratusan Massa dari FPN Sumatera Utara melaukan aksi
penyegelan SPBU Petronas yang terletak di Jalan Brigjen Katamso Medan.
Penyegelan ini di lakukan sebagai simbol perlawanan terhadap Modal
Internasional yang menjarah kekayaan alam Indonesia, juga sebagai bentuk
perlawanan terhadap pemerintahan SBY-JK yang selalu tunduk pada kepentingan
Modal Internasional. Selain melakukan penyegelan SPBU, massa FPN juga
melakukan aksi teaterikal dan pembakaran ban bekas.

Sebelumnya, gedung DPRD Sumut juga di demo oleh FPN, yang pada intinya
menyatakan ketidak percayaan pada Elit-Elit Politik yang ada di parlemen,
karena tidak mampu mensejahterakan rakyat.

*Jabotabek :*

*Kamis, 29 Mei 2008* : Sekitar 2000 orang massa FPN melakukan aksi ke Istana
Negara. Aksi ini di mulai dari dua titik kumpul, Grogol dan Salemba. Massa
dari dua titik ini kemudian melakukan longmarch (rute aksi dari Grogol:
Grogol-Roxy- Harmoni-Istana. Rute dari Salemba: Salemba-Senin- Tugu
Tani-Kedubes AS-Istana) untuk mengajak rakyat di sepanjang rute aksi agar
terlibat dalam aksi-aksi penolakan kenaikan harga BBM. Selain menolak
kenaikan harga BBM, FPN juga menyerukan pada rakyat untuk segera melakukan
nasionalisasi industri migas di bawah kontrol rakyat, menyerukan agar gaji
pejabat negara yang sangat besar untuk di potong, agar tidak membebani
anggaran negara.

Setelah melakukan longmarch dari dua ttitik tesebut yang mendapatkan
sambutan hangat dari rakyat di sepanjang jalan, massa aksi bertemu di depan
RRI untuk mengkonsolidasikan kekuatan. Sebelumnya massa yang bergerak dari
Grogol, berhenti terlebih dahulu di Depan Kantor Menkokesra, untuk
memberikan kecaman terhadap Elit Politik yang gagal.

Upaya ribuan massa FPN untuk bergerak ke Istana, tidak berjalan mulus karena
aparat kepolisian mencoba memprovokasi, dengan mencoba membubarkan massa,
mengancam supir mobil komando, membentak massa, bahkan hingga memukuli
koordinator barisan pelopor, kawan Kuswara hingga memar di bagian muka.
Namun provokasi ini tidak di tanggapi oleh massa FPN dengan kepala panas,
melainkan dengan cara menyolidkan barisan dan sedikit demi sedikit bergerak
maju ke Istana, dan akhirnya massa aksi dapat maju hingga di seberan jalan
depan Istana Negara dan melakukan Pidato-pidato politik dari
pimpinan-pimpinan berbagai macam organisasi yang tergabung dalam FPN.

Dalam aksi kali ini, FPN sekali lagi menunjukan garis politik anti kooptasi
Elit Politik secara tegas, ketika Permadi yang merupakan anggota DPR dari
PDIP, nampak di sekitar lokasi aksi, massa FPN dengan semangat menyerukan
yel-yel aksi ” Elit Politik,Gulingkan! Rakyat Berkuasa” yang di tujukan pada
Permadi. Tentu saja, Permadi menjadi terkejut karena biasanya, kedatangan
anggota Dewan untuk memberikan dukungan pada aksi-aksi tertentu di sambut
hangat oleh massa, namun bagi FPN, sikap anggota Dewan/Elit Politik yang
saat ini menolak kenaikan harga BBM adalah kepalsuan, karena di tangan DPR
dan Pemerintalah lah semua kebijakan yang meliberalkan sektor migas di
godok, di buat dan dijalankan.

Akhirnya tepat pukul 17.30, ribuan massa FPN membubarkan diri, dengan
terlebih dahulu membuat barisan panjang menuju ke Patung Kuda, dan kemudian
kembali ke tempat masing-masing.

*Minggu, 1 juni 2008*: 2 ribu massa FPN yang diantaranya menggunakan
kendaraan bermotor, akan mengadakan aksi massa menolak kenaikan harga BBM.
Massa akan berkumpul di Bunderan HI, kemudian akan ke kantor Bank Dunia dan
Istana Negara. Selain menuntut pembatalan kenaikan harga BBM, FPN juga
menuntut agar Industr Migas yang saat ini di kuasai Internasional, untuk di
nasionalisasi, bukan oleh elit politik, tapi oleh kekuatan rakyat yang
terorganisir. Sebelum menuju ke bunderan HI, massa FPN yang berasal dari
Bekasi, akan melakukan aksi mimbar bebas di beberap terminal antara lain,
terminal cikarang dan bekasi.

Aksi kali ini, mengarah ke Bank Dunia, untuk menunjukan pada rakyat
Indonesia, bahwa kenaikan harga BBM tidak lepas dari campur tangan
lembaga-lembaga keuangan Internasional, dengan menggunakan pemerintahan
boneka di negara-negara dunia ketiga.

Menjelang aksi 1 juni ini, upaya-upaya untuk melemahkan pembangunan gerakan
FPN ataupun gerakan rakyat yang lain semakin gencar. Selebaran-selebaran
gelap yang berisikan provokosi terhadap FPN �seperti FPN akan mengganti uang
tranport dan makan bagi peserta aksi, FPN membagi-bagi sembako gratis dll-
semakin banyak, juga sms-sms fitnah terhadap FPN maupun terhadap
individu-individu dalam FPN

*Yogyakarta: *

*Minggu, 1 juni 2008* : KRB (Komite Rakyat Bersatu), akan melakukan aksi
dari Tugu Yogyakarta ke Istana Agung. Dengan perkiraan massa mencapai 400
orang berencana untuk menduduki Istana Agung. Aksi ini akan di mulai jam 11
siang. Sebelum aksi telah di lakukan berbagai pra kondisi di posko-posko
batalkan kenaikan BBM, dengan persatuan rakyat, saatnya rakyat berkuasa.
Aktifitas di posko-posko antara lain menyebakan angket yang berisi
pertanyaan :

1. Apakan anda setuju kenaikan BBM ?

2. Apakah anda sepakat dengan aksi-aksi penolakan kenaika BBM?

3. Apakah anda bersedia ikut aksi menolak kenaikan Harga BBM ?

Selain angket, juga di lakukan pemutaran film, diskusi dan pertunjukan
kesenian.

Posko-pokso ini telah ada di :

1. Posko Induk, UGM, Yogyakarta

2. Posko di Kampus Atmajaya, Babarsari, Yogyakarta

3. Posko di Suryo Wijayan

4. Posko di Kampus UIN

5. Posko di Kampus UMY

6. Posko di Sewon

7. Posko di Parang Tritis

8. Posko di Bawu Sasran

*Semarang, Jawa Tengah :*

*Senin, 2 juni 2008*: FPN Semarang akan melakukan aksi penutupan/blokir
jalan di beberapa titik, antara lain Kaligawe dan Banyumanik.

*Jawa Timur*

*Surabaya dan Sekitarnya*

*Minggu, 1 juni 2008*: 500 massa FPN akan melakukan aksi dari Hotel Cendana
ke Gedung Grahadi (Kantor Gubernur) Jawa Timur, untuk menuntut pembatalan
kenaikan harga BBM. Sama seperti FPN di daerah lainnya, FPN Jatim juga
menuntut Nasionalisasi Industri Migas di bawah kontrol rakyat., karena semua
elit-slit politik telah gagal. Bersamaan dengan aksi, FPN Jawa Timur juga
akan membuka Posko Induk Pengaduan Dampak Kenaikan Harga BBM di depan Gedung
Grahadi, yang sudah di dirikan malam ini.

*Senin, 2 juni* : FPN Jawa Timur akan melakukan aksi solidaritas terhadap
PHK 150 buruh yang menjadi anggota FSPMI. PHK ini dilakukan oleh pihak
pengusaha PO CIPTO karena tidak menginginkan adanya serikat buruh di
perusahaannya. Aksi solidaritas ini akan di lakukan di Konjen Jepang. Selain
aksi solidaritas, aksi hari senin ini juga tetap mengkampanyekan penolakan
terhadap kenaikan harga BBM

Perkembangan lain :

FPN Jawa Timur telah membuka posko-posko Pengaduan Dampak Kenaikan BBM di
berbagai tempat :

1. Posko di Lempung Tama (kawasan Industri Tandes) Surabaya

2. Posko di Kampus Untag, Semolawaru, Surabaya

3. Posko di Kampus Unesa, Ketintang, Surabaya

4. Posko di Kampus IAIN, Wonocolo, Surabaya

5. Posko di sekretariat KPPD, Ngagel, Suarabaya

6. Posko di Sekber FPN, Dukuh Kupang, Surabaya

*Malang*

*Minggu, 1 juni 2008* : Jaringan FPN di Jawa Timur dengan Organ-Organ
Gerakan lainnya yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Malang (FPRM)
akan melakukan Rapat Akbar Penolakan Kenaikan Harga BBM di Balai Kota
Malang, dengan perkiraan massa berjumlah 1458 orang. Sebelumnya telah di
bagikan petisi penolakan kenaikan harga BBM di basis masing-masing
organisasi.

*Kalimantan Timur*

*Samarinda*

Upaya untuk membangun FPN sedang di lakukan, dengan cara melakukan
diskusi-diskusi dengan organisasi-organisa si yang struktur nasionalnya telah
tergabung dalam FPN, di samping diskusi dengan organ gerakan setempat yang
juga mempunyai kehendak yang sama. Hasil diskusi di antara organisasi ini
akan di share ke organ-organ gerakan secara luas, karena di Kalimantan Timur
sudah terbangun aliansi untuk merespon kenaikan harga BBM dan sudah beberap
kali melakukan aksi-aksi.

*Sulawesi Tengah*

*Palu *

Sekitar tanggal 2-10 Juni, FPN Palu akan mengadakan aksi massa menolak
kenaikan harga BBM

*Parigi*

*Senin, 2 Juni 2008*: FPN Pargi berencana akan melakukan aksi menolak
kenaikan harga BBM, Nasionalisasi Industri Migas di Bawah kontrol Rakyat,
dengan perkiraan massa mencapai 1000 orang yang berasal dari Serikat Tani
Parigi dan Organisasi Pemuda, dengan sasaran aksi Gedung Bupati dan Gedung
DPRD Parigi.


*FRONT PEMBEBASAN NASIONAL (FPN)*
Email: pembebasan.nasional @…
Sekber: Jl. Pori Raya No. 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur
Tlp/Fax: 021-4757881

Pres Release Aksi Front Pembebasan Nasional 29 Mei 2008

FRONT PEMBEBASAN NASIONAL

ALIANSI BURUH MENGUGAT, SERIKAT MAHASISWA INDONESIA, PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA, PERSATUAN POLITIK RAKYAT MISKIN, WAHANA LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA, FBTN, PEREMPUAN MAHARDIKA, KPA, SERIKAT PENGAMEN INDONESIA, IGJ, LBH JAKARTA, JGM, KORBAN, ARM, PRAXIS, IKOHI, FKML, KPSNI, GMNI UKI, SPRP, KBRD, BEM UNINDRA,  JK-LPK, KONTRAS, VHR, ELSAM, JKB, PBHI, LPBH FAS, SPEED, SIEKAP, SP-PLN, SP-ANGKASA PURA, SP-PJB, SP3, PERGERAKAN, RUMAH KIRI, KALYANAMITRA, FAK.SASTRA UKI,KOMUNITAS MAHASISWA UNTAG JKT, BEM UNIAT JKT, BURUH PUTRI INDONESIA, SOLIDARITAS PEREMPUAN, SEPETAK,  KAPCI, SNT JKT, APK JKT, SPKAJ

————————————————————————————–

SEKALI LAGI, TETAP GAGALKAN KENAIKAN BBM

DAN BERIKAN SUBSIDI YANG LAYAK KEPADA RAKYAT

Tanggal 29 Mei 2008 Sudah Lima Hari kenaikan BBM rata-rata sebesar 28,7 % menyerang kehidupan sosial-ekonomi rakyat Indonesia. Sementara itu dalam hitungan Lima Hari pula bisa dipastikan kantong dan rekening SBY-JK, elit-elit politik, konglomerat-konglomerat, dan Bos-Bos Raksasa minyak Dunia terus membesar. Lantas mengapa hal itu bisa terjadi ???….

Kebijakan liberalisasi sektor Energi dan Migas di Dalam Negeri

Adalah skema kebijakan neoliberalisme (Penjajahan gaya baru) yang disambut dengan gegap gempita oleh pemerintahan nasional saat ini, sehingga mereka menyiapkan format yan lebih rapi agar semua aspek kebijakan tentang Kenaikan harga BBM pada 24/05/08 hanya ditangkap sepihak oleh penglihtan rakyat. Padahal dalam pandangan FPN jelas semua itu adalah tipuan yang mudah di tebak arahnya.

Maka jelaslah kenyataan ini harus kita lawan adanya, Meskipun Harga BBM dunia setinggi sekarang (Berkisar 135 U$/Barell, 28/05/08) sebenarnya pemerintah secara politik sudah menetapkan proyeksi untuk mencabut subsidi BBM yang artinya juga akan memicu naiknya Harga BBM dikemudian hari. Skenario itu dapat kita lihat dalam beberapa produk hukum yang bersemangatkan neoliberalisme antara lain, UU Energi Nomer 30 Tahun 2007, APBN Perubahan 2008 tentang pembatasan jumlah Subsidi BBM sebesar Rp 126 triliun (dengan asumsi harga minyak dunia 95 U$/barrel dan jumlah BBM subsidinya 39 juta kilo liter).

Selain itu, yang tidak kalah besar dampak buruknya bagi masyarakat, adalah kebijakan Pemerintah untuk melakukan liberalisasi ekonomi, khususnya disektor energi. Liberalisasi sektor energi tidak hanya terjadi sektor hulu (Eksplorasi) tetapi juga sektor hilir (Distribusi dan pemasaran). Lewat UU MIGAS pemerintah berjanji untuk mengikis habis monopoli di Pertamina. Yang ditawarkan kemudian adalah membuka kesempatan bagi Perusahaan swasta lain untuk ikut berkompetisi dalam distribusi dan pemasaran migas. Dengan alasan supaya kompetisi dalam distribusi dan pemasaran bisa “adil”, akhirnya lagi-lagi subsidi minyak harus dicabut. Sebab, jika masih ada minyak bersubsidi di pasaran, pemain asing enggan masuk. Ini setidaknya pernah ditegaskan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, “Liberalisasi sektor hilir Migas membuka kesempatan bagi pemain asing untuk berpartisipasi dalam bisnis eceran migas. Namun, liberalisasi ini berdampak mendongkrak harga BBM yang disubsidi Pemerintah. Sebab, kalau harga BBM masih rendah karena disubsidi, pemain asing enggan masuk” (Kompas, 14/5/03).

Coba lihat salah satu Keuntungan Modal Internasional, Exxon Mobil yang pada tahun 2007 mendapatkan keuntungan sebesar US$ 40,6 milyar (Rp. 373 trilyun) dari pendapatan US$ 114,9 milyar (Rp. 1.057  trilyun/CNN), yang didapat dari kekayaan alam Indonesia. Belum lagi di tambah dengan Perusahaan-perusahaan Internasional lainnya (saat ini sudah 90 % Industri Migas Indonesia di kuasai Modal Internasional). Dengan harga saat ini US $ 135 / barel maka nilainya mencapai 1,25 triliun per hari atau Rp 458,25 triliun per tahun. Belum termasuk nilai penjualan gas yang juga luar biasa besarnya,  mencapai 82,8 trilun per tahun (Bandingkan dengan Defisit Anggaran Sekarang, yang hanya Rp 21,4 trilyun).

Keuntungan dari Migas jika di kelola sendiri oleh Rakyat jelas akan bertambah, karena biaya Cost Recovery dapat diturunkan dengan drastis (biaya yang dibayarkan oleh Pemerintah Kita-kepada kontraktor minyak nasional dan Internasional yang menggarap ladang Migas Kita. Dalam hitungan persentase, biaya yang dikeluarkan Pemerintah kita adalah 100%, dan Modal Internasional, tidak mengeluarkan sepeser biaya apapun, bahkan sekarang ini, malah di tambah bonus 20 % lagi, jika ingin meneruskan usahanya di tambang marginal) Besarnya biaya Cost Recovery dari awal 2007 hingga pertengahan 2007, sudah mencapai Ro 93,9 Trilyun. Namun Pemerintah dan elit politiknya tetap mempertahankan liberalisasi Migas ini, karena sekali lagi itu sangat menguntungkan Mereka, Tapi Tidak Bagi RAKYAT INDONESIA.

Disisi yang lain pemerintah selalu mengatakan bahwa pemberian subsidi Kepada Rakyat, termasuk mensubsidi BBM adalah tidak mendidik dan membuat rakyat hidupnya malas alias tidak mandiri secara ekonomi serta memberatkan APBN, Padahal Perlu diketahui dengan seksama sesungguhnya Subsidi Kepada Rakyat Itu Adalah  Kewajiban yang Mutlak di berikan Negara untuk tetap mengalokasikanya sebesar mungkin agar perekomian rakyat tetap stabil ditengah situasi naikkan BBM yang diikuti Oleh naiknya sembako, Transportasi, TDL dan sebaginya.

Jadi Jelaslah selama ini argumentasi tentang HARGA BBM DI PASAR INTERNASIONAL NAIK dan DEFISIT ABPN akibat Pemberian Subsidi yang sering dijadikan Alasan Pokok PEMERINTAH, ELIT POLITIK, INTELEKTUAL PRO MODAL tentang Kenaikan harga BBM. di mata Kami Front Pembebasan Nasional adalah gagal dan tidak Ilmiah.

Oleh Karena itu Kami dari FRONT PEMBEBASAN NASIONAL menuntut:

  1. Gagalkan Kenaikan Harga BBM dan Turunkan Harga Sembako.
  2. Berikan Subsidi Pada Rakyat.
  3. Potong Gaji dan Cabut Semua Tunjangan Para Pejabat Negara Dan Anggota DPR.

Agar BBM tidak Naik Maka, Front Pembebasan Nasional Menawrkan Jalan Keluar Secara kongkrit:

  1. Nasionalisasi Industri Migas Di Bawah Kontrol Rakyat.
  2. Nasionalisasikan Segera Aset-Aset Vital Di Bawah Kontrol Rakyat.

Dan Kami Front Pembebasan Nasional Tetap Menyerukan kepada Rakyat Indonesia :

  1. Galang Persatuan dan Perjuangan untuk Menolak Kenaikkan harga BBM,
  2. Menyerukan pada rakyat untuk melakukan aksi-aksi perlawanan memblokir jalan-jalan utama, memogokan pabrik-pabrik, memogokan angkutan-angkutan umum dan menduduki pusat-pusat kekuasaan agar kita dapat  menggagalkan kenaikan harga BBM
  3. Menyerukan kepada rakyat, khususnya pekerja transportasi dan kaum buruh untuk menyiapkan pemogokan nasional
  4. Membuka Posko-Posko Penolakan Kenaikan BBM Di kampung-kampung, Di pabrik-pabrik dan di kampus.
  5. Menyerukan kepada rakyat untuk Menyingkirkan/mem-PHK SBY-JK dan Elit Politik Lainnya, dan bersama-sama membangun Persatuan dan Perjuangan bersama Organisasi Gerakan Rakyat sebagai cikal bakal Pemerintahan Rakyat.

Jakarta, 29 Mei 2008

Front Pembebasan Nasional


FRONT PEMBEBASAN NASIONAL (FPN)
Email: pembebasan.nasional@gmail.com
Sekber: Jl. Pori Raya No. 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur
Tlp/Fax: 021-4757881

Pres Release Front Pembebasan Nasional tentang Kenaikan BBM

FRONT PEMBEBASAN NASIONAL

(ABM, PRP, SMI, PPRM, WALHI, FBTN, Perempuan Mahardika, KPA
Serikat Pengamen Indonesia, IGJ, LBH JAKARTA, LBH FAS, JGM, KORBAN, ARM, PRAXIS, IKOHI, SPEED, SIEKAP, BUTRI, PERGERAKAN, PAWANG)
Sekber : Jl.Pori Raya No 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur
Telp/Fax : 021 4757881, Email :
front.pembebasan.nasional@gmail.com

==============================================================
AYO BERSATU…..
LAKUKAN AKSI-AKSI MASSA SETIAP HARI
21 MEI DAN 1 JUNI : KEPUNG DAN DUDUKI ISTANA
Gagalkan Rencana Kenaikan Harga BBM…!!!

Genderang perlawanan rakyat Indonesia, melawan rencana kenaikan harga BBM telah dibunyikan; Mahasiswa, kaum miskin kota, kaum buruh, kaum tani dan perempuan di seluruh penjuru Indonesia, setiap hari melakukan aksi-aksi, dan terus membesar dan menyatu dari hari ke hari. Ini menunjukan, bahwa tingkat kesejahteraan rakyat sudah dalam batas yang paling rendah, sehingga kenaikan harga BBM sebesar 30 %, tidak akan lagi sanggup di tanggung oleh rakyat Indonesia.

Argumentasi kuno yang di sampaikan oleh Pemerintah, DPR, Elit Politik maupun Intelektual Tukang, semuanya seragam; Kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US $ 120/barel atau Rp 1.116.000/barel atau Rp 7018/liter akan menyebabkan kenaikan subsidi dalam negeri sebesar 21,4 trilyun rupiah, sementara negara tidak mempunyai anggaran, sehingga mau tidak mau, harga BBM dalam negeri harus di naikan sesuai dengan harga BBM Internasional.

Yang tidak pernah mereka katakan adalah kenapa harga BBM Internasional cenderung naik? Dan kenapa harga BBM dalam negeri harus selalu mengikuti harga BBM Internasional ?

Sebab-sebab Kenaikan Harga BBM Internasional:

1. Sebab yang paling sering diberitakan adalah menurunnya pasokan dari negeri-negeri penghasil minyak, baik karena sedang ada pergolakan (seperti Irak ataupun Nigeria), menurunnya cadangan minyak di beberapa negara (misalnya Indonesia) maupun karena pemerintah dan rakyat di beberapa negara sedang melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan minyak Internasional (seperti yang terjadi di Venezuela), sementara kebutuhan energi terus meningkat, baik di negara-negara Imperialis (Amerika sebesar 20,59 juta barel per hari, Jepang sebesar 5,22 juta barel per hari, Rusia sebasar 3,10 juta barel per hari) maupun di negara-negara yang sedang meningkat pertumbuhan ekonominya (seperti India sebesar 2,53 juta barel per hari maupun Cina sebesar 7,27 juta barel per hari), sekalipun tidak ada bukti kuat, yang menyatakan bahwa Industri Minyak yang ada di seluruh dunia, tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
2. Penyebab yang sejati, dan ini yang jarang sekali di beritakan adalah spekulasi minyak di pasar saham Internasional. Seperti juga halnya dengan saham-saham lainnya, maka perdangan saham minyak ini sangat rentan dengan spekulasi-spekulasi, inilah yang sebenarnya menjadi pemicu utama kenaikan harga BBM Internasional

Sebab-Sebab Kenaikan Harga BBM Indonesia :

1. Harga BBM di Indonesia selalu naik mengikuti harga dunia karena mayoritas Perusahaan Minyak dan Gas di Indonesia, di kuasai oleh Modal Asing (Pemilik Industri Minyak Dunia) sehingga hasil dari minyak Indonesia, lebih diutamakan untuk di jual ke pasar Internasional, dan jikapun harus dijual di Indonesia, maka harganya sama dengan harga BBM Internasional itu (yang di tentukan oleh mereka juga).
2. Yang di jual ke dalam negeripun, di batasi hanya 15 % dari total produksi, itupun pemerintah harus membeli dengan harga Internasional selama 60 bulan, padahal seharusnya itu adalah kewajiban Perusahaan-Perusahaan Asing itu, dan seharusnya juga bukan hanya 15 %, tetapi lebih banyak, toh itu minyak di ambil dari tanah kita.
3. Indonesia tidak punya Industri yang mengolah minyak mentah ke minyak siap pakai, sehingga BBM yang sehari-harinya kita gunakan itu, harus kita beli dari Negara lain. Sederhananya, kita punya minyak mentah (tapi di kuasai Asing, hanya sebagian kecil di kuasai PERTAMINA) di bawa ke luar negeri untuk di olah, kemudian kita beli lagi dengan harga Internasional, itu yang membuat harga BBM kita selalu mengikuti harga Internasional.
4. Yang membuat lebih mahal lagi, pembelian ataupun penjualan minyak itu melalui perusahaan-perusahaan broker, sehingga lebih mahal lagi ketika di jual ke rakyat (besarnya keuntungan untuk import bisa mencapai 30 sen per barel, dengan total impor kita mencapai 113 juta barel per tahun, sehingga keuntungan broker adalah US $ 170 juta, atau 1,6 trilyun rupiah. Sedang untuk eksport keuntungan broker US $ 2 per barel, dengan ekport kita per hari adalah 490 ribu barel, sehingga uang yang masuk ke kantong broker adalah 9,3 milyar rupiah per hari atau 3,3 trilyun per tahun.
5. Yang lebih Parah lagi, seluruh biaya Perusahaan-Perusahaan Asing itu untuk mengambil minyak mentah ( mulai dari survey awal hingga produksi berjalan) sepenuhnya (alias 100 %, bahkan sekarang mencapai 120% karena ada tambahan 20 % bagi perusahaan-perusahaan yang mengembangkan sumur-sumur minyak yang telah diolah sebelumnya) di biayai oleh Pemerintah (tentu dengan uang rakyat, yang dibayar lewat pajak dan lain sebagainya), yang biasa di sebut cost recovery

Kesimpulan :

1. Jadi sekalipun Bangsa Indonesia memiliki sedikitnya 329 Blok/Sumber Migas dengan lahan seluas 95 juta hektar (separuh luas daratan Indonesia ) dengan cadangan minyak yang diperkirakan mencapai 250 sampai dengan 300 miliar barel (Setara Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia saat ini) dengan total produksi minyak mentah hari ini mencapai 1 juta barel per hari atau 159 juta liter per hari, tidak bermanfaat bagi Rakyat Indonesia.
2. Dengan kesanggupan memproduksi BBM mentah sebesar 1 juta barel perhari, dengan harga saat ini US $ 120 / barel) maka nilainya mencapai 1,104 triliun per hari atau 397,44 triliun per tahun. Belum termasuk nilai penjualan gas yang juga luar biasa besarnya, mencapai 82,8 trilun per tahun. Jika semua Industri Minyak ini di kuasai oleh Negara yang pro rakyat, maka tidak akan pernah ada Defisit Anggaran Negara karena kenaikan Harga BBM Dunia (Defisit Anggaran 21,4 trilyun jauh di bawah keuntungan 397,44 trilyun dari Minyak di tambah 82,8 trilyun dari Gas)
3. Belum lagi Negara tidak perlu mengeluarkan cost recovery yang sangat besar. Sampai Pertengahan tahun 2007 saja, pemerintah sudah mengeluarkan dana 93,9 trilyun rupiah.
4. Keuntungan untuk rakyat akan bertambah, jika Minyak Mentah di Indonesia, bisa di olah sendiri, tanpa harus membawa ke luar negeri untuk di olah, dan kemudian di beli Indonesia lagi. Bayangkan saja, untuk Broker saja (ekspor di tambah import), terbuang uang 4,9 trilyun rupiah pertahun
5. Sekarang bandingkan dengan dana BLT yang hanya 14 trilyun selama 6 bulan untuk jutaan orang, yang dalam prakteknya 100 ribu perbulan, atau 3000 perhari. Ganti ongkos angkutan seandainya harga BBM nanti naik, itu saja sudah tidak cukup.

Kenapa Bangsa Indonesia Yang Kaya dan Besar Bisa Terjajah Modal Asing?

1. Karena seluruh Kekuatan Politik Indonesia (Partai Sisa Orde Baru, Tentara, Partai Reformis yang sebenarnya Gadungan, Partai Nasionalis yang juga Gadungan, juga Partai yang mengatasnamakan Agama, tetapi membiarkan umatnya terjajah) pengecut di Hadapan Modal Internasional, bahkan dengan suara bulat mendukung pengesahan segala macam UU atau peraturan yang membiarkan Modal Internasional menjarah kekayaan alam termasuk minyak kita (yang terbaru adalah UU Penanaman Modal dengan segala turunannya) dan menghisap tenaga kerja kita. Jika sekarang PDIP, PKB, PKS atau Ketua DPR yang GOLKAR itu menolak rencana kenaikan BBM, itu hanya jualan buat menang pemilu 2009 nanti. Demikian juga dengan Tokoh-Tokoh Elit Politik Lama yang sekarang berada di Pinggiran, yang sibuk berkoar menolak, sejatinya juga sama saja, tidak ada yang sejati berani melawan Penjajahan Modal Asing, seperti Castro di Kuba, Chavez di Venezuela, Evo Maorales di Bolivia ataupun Soekarno di Indonesia.
2. Karena Intelektual (Pengamat Ekonomi, Politik dan lain sebagainya, Rektor maupun Dosen) juga sama pengecutnya, bahkan banyak yang bersedia di bayar oleh Modal Internasional melalui pemerintah ataupun yang lain, untuk mendukung program-program Penjajahan itu (baik dengan memberikan dana penelitian, beasiswa, fasilitas dan lain sebagainya)
3. Pengusaha-pengusaha dalam negeri, juga bermental sama seperti Elit-Elit Politik itu, bukanya melawan Dominasi Modal Internasional, malah menjadi agen-agen Modal Internasional, bahkan yang sekarang gencar mendukung kenaikan harga BBM adalah Organisasi Pengusaha seperti KADIN (Kamar Dagang Indonesia) dan APINDO (Assosiasi Pengusaha Indonesia).
4. Kekuatan utama yang sanggup menghadapi Modal Internasional, yakni Kelas Buruh dan Rakyat Miskin belum menunjukan kekuatan sejatinya, berupa Mobilisasi Aksi Nasional dan Persatuan Organisasi Gerakan.

Jalan Keluar Rakyat Indonesia :
1. Ambil Alih seluruh Industri Migas di Indonesia, juga Industri vital lainnya, oleh penyatuan mobilisasi rakyat dan di bawah kontrol rakyat.
2. Hapus Hutang Luar Negeri, dengan kekuatan penyatuan mobilisasi rakyat
3. Bangun Kerja sama dengan pemerintah dan rakyat Venezuela dan Bolivia untuk pembangunan Refinery dan Industri Minyak di Indonesia
4. Diversifikasi Energi yang menjamim kelangsungan lingkungan
5. Singkirkan Kaum Modal, Elit dan Parpol Penipu Rakyat, bangun Kekuasan Rakyat Sendiri
Jalan Keluar Jangka Pendek :
1. Batalkan Rencana Kenaikan Harga BBM dan Turunkan Harga
2. Sita harta Soeharto dan kroninya, Bayar dana BLBI.
3. Potong Gaji Pejabat dari Pejabat-Pejabat di Tingkat Nasional, hingga tingkat Kecamatan sebesar 50 %
4. Potong Gaji Eksekutif di Perusahaan Swasta sebesar 50 %
5. Pembatasan Mobil Pribadi dengan cara membatasi jumlah mobil yang bisa dimiliki, menaikan pajak mobil, menaikan biaya parkir dan lain sebagainya
6. Tetapkan Pajak 35 % dari penjualan Eksport dan Import Minyak
Seruan Persatuan Perlawanan :
1. Lakukan Aksi-Aksi Massa setiap hari, di manapun, dengan cara pemogokan pabrik, blokir jalan, pendudukan kantor-kantor pemerintah, maupun dengan aksi-aksi massa di jalan-jalan untuk menggagalkan kenaikan harga BBM
2. Satukan aksi-aksi mahasiswa dengan aksi-aksi rakyat, jadikan kampus sebagai salah satu tempat konsolidasi perlawanan massa rakyat.
3. Melakukan Aksi Nasional secara serentak, pada tanggal 21 MEI 2008 dan 1 JUNI 2008, kepung pusat kekuasaan dan duduki. Di Jakarta : Ayo Bersatu Kepung dan Duduki Istana.
4. Bangun Persatuan Gerakan Rakyat Melawanan Penjajahan secara Nasional sebagai embrio Pemerintahan Rakyat.

21 MEI DAN 1 JUNI : AYO BERSATU, KEPUNG DAN DUDUKI ISTANA !!
GAGALKAN KENAIKAN HARGA BBM DENGAN PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT!
AMBIL ALIH INDUSTRI MIGAS, OLEH PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT DAN DIBAWAH KONTROL RAKYAT!
SINGKIRKAN KAUM MODAL, ELIT POLITIK DAN PARTAI PENIPU RAKYAT..SAATNYA RAKYAT BEKUASA!!

JAKARTA, 13 MEI 2008

FRONT PEMBEBASAN NASIONAL