Energi (BBM) sebagai Hak Dasar Rakyat; Tolak Pencabutan Subsidi Energi!!!

bbm-naikKeputusan menaikkan harga BBM oleh pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla yang belum genap 100 hari telah menambah penderitaan rakyat. Beberapa alasan pemerintah subsidi BBM harus dipangkas, antara lain; subsisdi melebihi kuota beban anggaran, Subsidi hanya dinikmati oleh orang kaya. Kemudian, pemerintahan Jokowi-JK berasumsi bahwa kenaikan harga BBM akan mampu menyejahterakan masyarakat Indonesia, dengan mengalihkan anggaran subsidi ke program-program pembangunan yang lebih bermanfaat.

Secara sepintas dan berpikir pendek, alasan tersebut terlihat masuk akal. Namun, jika kita telusuri lebih dalam, kita akan mendapati “kesesatan berfikir” rezim Jokowi-JK.

Baca lebih lanjut

Iklan

MELAWAN NEOLIBERALISME: Hasil Pemilu 2014 Siapapun Rezimnya, Neoliberalisme Pasti Semakin Kuat

persatuan_perjuanganJaman sudah semakin liberal, dengan semakin kokohnya pondasi lewat kebijakan Stuctural Ajusment Program (SAP) dan Pasar Bebas. SAP sebagai program “perbaikan ekonomi” mencakup perubahan dalam bidang ekonomi mikro dan ekonomi makro (seperti kebijakan fiskal, monetar dan pasar yang difasilitasi oleh kebijakan politik sebuah negara) sebagai pagu utama Neoliberalisme. Kebijakan-kebijakan Neo-Liberal pada prakteknya secara umum adalah : 1) Penerapan prinsip “pasar bebas” dalam perspektif ekonomi negara. Mengecilkan sampai menghilangkan peran negara dalam ekonomi 2) Memotong sampai menghapuskan subsidi. 3) Swastanisasi (privatisasi) BUMN 4) Menghapus konsep “barang-barang public” dan menggantinya dengan “tanggung jawab individual”. Itulah yang pasti akan selalu dan harus di jalankan oleh rezim yang terpilih hasil pemilu 2014 nanti. Baca lebih lanjut