Mengecam Keras Tindakan Reaksioner Sekelompok Ormas yang didukung Tentara sebagai untuk Penghancuran kekuatan berlawan kaum buruh di kawasan Industri Cikarang-Bekasi

Surat Terbuka dan Siaran Pers Komite Pusat Persatuan Perjuangan Indonesia

Setelah perjuangan dalam pemogokan sejuta buruh kemarin pada 3 Oktober 2012 yang menuntut Penghapusan outsourcing, kerja kontrak dan penolaka upah murah. berbagai upaya terus dilakukan pemodal, dalam bentuk loby-loby kelas kakap terus dilakukan oleh Apindo kepada Rezim agar tuntutan kaum buruh diabaikan.

Konteks itu terbaca jelas sebagaimana statemen ketua Apindo Sofyan Wanandi (3/10) yang berkata; Sebenarnya tiga tuntutan kaum buruh semestinya bisa diselesaikan di tingkat tripartit, tanpa melalui aksi mogok nasional yang menganggu iklim Investasi di Indonesia, ditambahkan dia lagi bahwa masalah outsourcing ini semata-mata karena kelemahan pengawasan (www.kabar24.com 3 Oktober 2012)

Setali tiga uang pada sisi lain yang perlu dilihat adalah upaya kartel kapitalis internasional yang kerap menjerat dengan hutang dan mendesakkan program program neoliberalisme kepada rezim. Oleh Karena ADB (Asia Development Bank/Bank Pembangunan Asia) yang memberikan peringatan dengan tegas kepada rezim SBY agar tidak menghapus sistem outsourcing di Indonesia, karena sistem outsourcing sangat berguna demi penghematan perusahaan (Detik Finance, 3 Oktober 2012). Baca lebih lanjut

Iklan

Kronologis penyerangan orang tak dikenal terhadap petani Padang Lawas yang sedang melakukan aksi mogok makan dan jahit mulut di depan DPR Sumatra Utara

Jam 23.30
Datang seorang pemuda berpakaian hijau dan postur badan tinggi tegap berkendara sepeda motor Honda Revo berhenti di gerbang tengah DPRD Sumut. Pemuda ini berdiri agak lama sambil lihat kea rah tenda-tenda peserta aksi mogok makan dan Jahit Mulut. Ketika ditanya oleh salah seorang mahasiswa, dia tidak menjawab dan diam saja. Tetapi sebelum meninggalkan lokasi, pemuda ini sempat berbicara empat mata dengan salah seorang satpam di gerbang tengah. Baca lebih lanjut

Kronologis Intimidasi dan Pemecatan Pengurus SP SPBU GT

No        : 006/B/SP SPBU GT/I/09/2009
Hal        : Kronologis Intimidasi dan Pemecatan Pengurus SP SPBU GT
Lamp        : –

Kepada: Yth
DINSOSNAKERTRANS Kota Yogyakarta
Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Salam Sejahtera !!!

Puji syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, sebagai penguasa alam semesta yang telah menganugerahkan hidayahnya kepada kita semua, sehingga kita mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar, serta bersemangat. Berhubungan dengan terulangnya kembali tindakan Intimidasi yang dilakukan oleh Pihak Pengusaha terhadap Pihak Pengurus maupun Anggota SP SPBU GT pada hari Sabtu/tanggal 31 Oktober 2009, yang menyebabkan dinon-aktifkannya 4 orang Pengurus maupun Anggota SP SPBU GT. Maka kami selaku Pengurus SP SPBU GT meminta Pihak DINSOSNAKERTRANS untuk segera menindak tegas Pihak Pengusaha, karena Pihak Pengusaha telah melanggar kesepakatan pada waktu terjadinya Mediasi bahwa tidak akan ada PHK terhadap Pengurus maupun Anggota SP SPBU GT serta pekerja diSPBU tersebut.

KRONOLOGIS :

1.    Tanggal 31 oktober 2009, hari sabtu jam 13:30 wib
Heri di panggil oleh Pihak Pengusaha,pada saat bersamaan Pihak Pengusaha juga memanggil mbak Tilah [kakaknya Heri]. Pihak Pengusaha memberhentikan/memecat Heri, dengan alasan dalam masa percobaan dan Heri tidak lolos masa uji coba, padahal Heri sudah bekerja selama 11 bulan dan pengusaha mencari-cari kesalahan Heri, saat di tanyakan kesalahan apa yang sudah di lakukan oleh Heri, pengusaha tidak mau menjawab dan Heri di paksa menanda tangani kwitansi serah terima uang tabungan (uang jaminan) Rp 1.500.000,- dan uang gaji bulan Oktober Rp 450.000,-.  Karena merasa tertekan akhirnya Heri menerimanya.

2.    Tanggal 31 oktober 2009, hari sabtu Sekitar jam 15:15 Wib
Dedy menghadap Pihak Pengusaha mengambil pembayaran upah bulan Oktober, akan tetapi setelah menemui Pihak Pengusaha, Dedy malah di berhentikan kerja dengan alasan Dedy masih dalam masa percobaan, padahal Dedy sudah bekerja selama 1 tahun. Akhirnya Dedy disuruh manandatangani kwitansi serah terima uang tabungan(uang jaminan) Rp1.500.000,- dan gaji bulan Oktober Rp 450.000,- padahal uang jaminannya waktu masuk kerja sebesar Rp2.000.000-. Dedy pun dengan terpaksa menerimanya.

3.    Tanggal 31 oktober 2009, hari sabtu Sekitar jam 16:30 Wib
Idris mendatangi Pihak Pengusaha menayakan upah bulan oktober, tetapi Pengusaha berkata “aku tidak ada urusan dengan kamu dan sudah tidak ada hubungan dengan kamu” lalu idris kekantor SP SPBU GT untuk mengkonfirmasikan/mengadukan hal tersebut kepengurus lainnya,

4.    Tanggal 31 oktober 2009, hari sabtu Sekitar jam 17:00 wib
Eko Turmudi menghadap Pihak Pengusaha guna mengambil pembayaran upah bulan Oktober, akan tetapi setelah menemui Pihak Pengusaha, Eko malah diberhentikan kerja dengan alasan Regenerasi Karyawan dan dikarenakan banyak mesin yang rusak, Eko disuruh menadatangani kwitansi uang Jaminan (uang Tabungan), Eko juga ditawarkan untuk dimutasi diSPBU cabang Mudal atau mengundurkan diri tetapi Eko tidak meyepakati kedua hal tersebut, lalu Pihak Pengusaha menyuruh staff untuk mengambilkan uang Tabungan (uang Jaminan) sebesar Rp. 2.000.000,- dan uang gaji bulan Oktober 2009  Rp. 450.000,- dengan terpaksa Eko menandatangani dan menerima uang tersebut.

5.    Tanggal 31 oktober 2009, hari sabtu Sekitar jam 17:15 wib
Idris dan Eko Turmudi kembali menghadap Pihak Pengusaha untuk mempertanyakan upah Idris bulan Oktober 2009, Pihak Pengusaha bilang kalau upah Idris sudah diberikan oleh Staff (heppy) bersamaan dengan pemberian uang Jaminan, tetapi Idris dan Eko. T mengkonfermasikan kembali kepihak Staff, ternyata uang upah Idris belum diberikan pada waktu sebelumnya, lalu Pihak Pengusaha memberikan uang/upah Idris bulan Oktober sebesar Rp 330.000,- terhitung dari tanggal 26 September s/d 16 Oktober 2009, harusnya upah yang diberikan penuh selama satu bulan.

Demikian surat kronologis ini kami sampaikan, atas perhatihan serta kerjasamanya kami ucapkan banyak terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Salam Sejahtera !!!

Yogyakarta, 1 November 2009

Ketua Umum SP SPBU GT

(Nurgiyanto)    Sekretaris Jenderal SP SPBU GT

(Eko Turmudi)

Kronologis Kasus Nestle

Perjanjian Kerja Bersama antara pihak perusahaan dengan Serikat Buruh Nestle Indonesia Panjang ( SBNIP ) mendekati habis masa berlakunya pada Desember 2007. Maka pihak SBNIP pun menyampaikan keinginan untuk memperbaharui PKB, namun pihak management belum menanggapi permintaan perundingan PKB tersebut.

Oktober – November 2007, penundaan proses perundingan PKB. Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar LAmpung meminta SBNIP melakukan verifikasi terhadap keanggotaan SBNIP pada tanggal 2 Oktober – 7 November 2007, bersaman dengan itu Manajemen menolak pelaksanaan perundingan PKB dengan alasan menunggu hasil dari kerja verifikasi Disnaker. Setelah pihak Disnaker mengeluarkan hasil verifikasi , maka SBNIP mengirimkan surat perundingan PKB, namun manajemen tidak juga memberikan jawaban yang signifikan terhadap proposal ajakan SBNIP untuk merundingkan PKB.

Desember 2007, Upaya pemberangusan SBNIP. 12 Desember 2007 Malam hari sekitar pukul 21:30 Ketua dan pengurus SBNIP mendapatkan pemberitahuan melalui sms dari beberapa orang anggota bahwa M Harun, Ikhsan Salim dan Jon Aidison datang kerumah anggota dengan membawa misi menggantikan pengurus SBNIP dengan komposisi kepengurusan yang mereka tentukan dengan meminta menanda tangani surat penggantian kepengurusan tanpa diketahui oleh pengurus yang sah.

13 Desember 2007. Dilingkungan pabrik ( departemen Engineering ) aktivitas permintaan tanda tangan juga berlangsung. Memperhatikan kondisi ini pengurus SBNIP meminta kepada Head Of Engineering untuk tidak menimbulkan keresahan di lingkungan departemen engineering. Kemudian pengurus mendapatkan informasi bahwa di ruang HRD juga terdapat aksi permintaan tanda tangan terhadap anggota yang diminta langsung oleh  Khafid Khoyudi dan Hadiansyah (Supervisor/Manajemen). Dua Orang pengurus kemudian menghadap meminta agar aksi penanda tanganan pembentukan pengurus serikat yang baru dihentikan karena tidak sesuai dengan perundangan yang berlaku. Pada tanggal tersebut pula ketua SBNIP mendapatkan kesaksian dari 2 orang yang saat itu masih menjadi anggota yakni Ahmad Junaidi dan Amiruddin bahwa pada tanggal 12 Desember 2007 terdapat pertemuan yang dihadiri para manajemen beserta para operator dimana pertemuan tersebut merencanakan perusakan terhadap SBNIP.

14 Desmber 2007. SBNIP mengirimkan surat terbuka , meminta agar semua pihak yang melakukan pemecah belahan terhadap persatuan SBNIP agar menghentikan aksi tersebut karena melanggar UU No. 21 Tahun 2000.

19 Desember 2007. Menanggapi surat terbuka yang dikirimkan oleh SBNIP, manajemen meminta SBNIP untuk menyerahkan proposal ( draft ) PKB. Kemudian SBNIP menyerahkan proposal PKB tersebut pada tanggal 19 Desember 2007.

28 Desember 2007. Pemberangusan SBNIP tahap II. Pada kesempatan ini Disnaker kembali melakukan pemeriksaan keabsahan SBNIP. Namun pada akhirnya Disnaker mencabut sementara nomor pencatatan SBNIP. Menghadapi kondisi ini SBNIP merencanakan untuk mengadakan KLB untuk mencari dan mengesahkan cara agar SBNIP dapat terus bertahan. Undangan SBNIP ini kemudian dihambat oleh manajemen dengan menghimbau secara tertulis dan lisan agar anggota tidak menghadiri KLB tersebut

30 Desember 2007. SBNIP kemudian melakukan KLB untuk mendapatkan keputusan anggota antara lain :

  • Penetapan AD/ART
  • Menetapkan keabsahan Ketua Umum di hadapan Kongres Luar Biasa
  • Menetapkan logo SBNIP
  • Pemberhentian 8 orang anggota yang melanggar AD/ART
  • Melakukan langkah-langkah dalam rangka anti system outsourcing

Kemudian segera setelah KLB tersebut, pada 2 Januari 2008, SBNIP mendaftarkan hasil-hasil kongres mencatatkan kembali keanggotaan dan kepengurusan SBNIP

09 Januari 2008. Dalam kondisi pencatatan SBNIP yang dicabut oleh Disnaker ini terdapat pengumuman untuk melakukan Rapat Umum Anggota ( RUA ) tandingan yang dibuat oleh Amirudin dan M Yufian yang menurut SBNIP adalah pengumuman dalam rangka kudeta terhadap kepengurusan SBNIP yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2008

11 Januari 2008. Karena kondisi anggota SBNIP yang mulai dihantui rasa ketakutan maka pada tanggal 11 Januari 2008 anggota SBNIP mengirimkan petisi kepada perusahaan

13 Januari 2008. Gagal menghadirkan mayoritas anggota, beberapa orang yang hadir dalam peetemuan tersebut mengubah rencana semula yang ingin melakukan pemilihan ketua SBNIP yang baru dengan membentuk Forum Komunikasi Buruh Nestle Indonesia Panjang ( FKBNIP ) dan mereka pun mendaftarkan pencatatan serikatnya.

23 Januari 2008. Setelah mendapatkan kembali surat pencatatan maka SBNIP pun segera mengajukan perundingan PKB yang sudah habis masa berlakunya, namun kemudian manajemen meminta agar SBNIP melakukan bergabung dengan FKBNIP untuk berunding bersama dengan manajemen. Pihak SBNIP pun menolak dan meminta pihak manajemen berunding dengan SBNIP sebagai serikat buruh yang mempunyai hak berunding karena mayoritas

Perundingan PKB akhirnya dapat terlaksana pada tanggal 15 – 23April 2008, namun kemudian dalam beberapa hal penting manajemen tidak bersedia melakukan perundingan lebih lanjut yang mengakibatkan perundingan menemui jalan buntu ( deadlock ) pada tanggal 24 April 2008. Beberapa hal penting yang tersebut adalah:

  1. Kebebasan Berserikat
  2. Perundingan Pengupahan
  3. Penataan Penggunaan Tenaga Outsourcing
  4. Komponen Uang Pesangon dan Dana Pensiun

Karena kebuntuan tersebut maka manajemen melaporkan kebuntuan tersebut ke Disnaker agar dapat dilakukan mediasi. Dan pada tanggal 25 Agustus 2008 anjuran dari mediasi disampaikan ke SBNIP oleh Disnaker.

8 September 2008. Mulai saat ini setelah rapat dengan anggota dan pengurus lainnya disepakati untuk melakukan aksi simpati sebagai upaya untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak atas perjuangan SBNIP

11 Februari 2009. Terjadi pertemuan antara manajemen, SBNIP dengan FKBNIP dalam rangka membentuk LKS Bipartit, namun SBNIP menolak karena menyangkut proses perundingan PKB yang belum selesai.

Dalam pembahasan tersebut FKBNIP menolak dugaan bahwa mereka terbentuk atas campur tangan manajemen, bahkan melaporkan salah satu pengurus SBNIP ( Ale Hamzah ) ke Kepolisian Sektor Panjang dengan tuduhan pencemaran nama baik. Yang akhirnya pemeriksaan kepada Ale Hamzah dihentikan pihak kepolisian karena tidak memiliki dasar yang kuat.

22-23 April 2009. Beberapa pengurus dan anggota mendapatkan informasi bahwa pihak manajemen telah mendaftarkan perundingan PKB ke Pengadilan Hubungan Industrial.dan hingga saat ini ( 25 Mei 2008 ) baru memasuki persidangan pertama.

11 mei 2009, Sidang pertama di PHI (SBNIP memohon penangguhan ke majelis hakim selama 2 minggu kedepan / 25 mei 2009 untuk mempersiapkan berkas-berkas)

25 Mei 2009, sidang ke-2 SBNIP sebagai tergugat dipertanyakan keabsahan kuasa hukumnya karena pengurus berhak mewakili persidangan

Kronologis Penangkapan Aksi Forum Rakyat Menggugat menolak pemilu elit 2009

Semarang 8/4/2009

16:45
Start dari gerbang Undip menuju air mancur di Jl. Pahlawan (jarak 200m).
17:00
Tiba di air mancur, melakukan performance art, distribusi selebaran dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

17:15
Bergerak memutari air mancur untuk menuju Sastra Undip. Saat itulah datang 1 Dalmas + mobil polisi. Sekitar 20-an orang polisi turun menangkap peserta aksi. KAwan Humas sudah coba negosiasi tapi langsung ditangkap begitu juga yang lain-lain. 2 orang humas (Diki dan Yus) sempat mendapatkan kekerasan fisik.

17:30 – 21:45
Pemeriksaan di Polres Semarang Selatan; kemudian dibebaskan.

Di dalam interogasi kawan-kawan sempat ditunjukkan SMS-SMS protes dari minimal 36 nomer yang berlainan kepada Kanit Serse Polres. Pihak aparat marah dan terganggu dengan SMS-SMS tersebut (Bravo para pengirim SMS).

Catatan: 14 orang massa dikenakan UU No.9/2008 dan pelanggaran hari tenang menjelang 9 April.

Kronologis Krisis Di Dunia Sepanjang Abad 20

No

Tahun

Masalah-Masalah

1

1860-1921

Peningkatan Jumlah Bank di Amerika s/d 19 Kali Lipat

2

1907

Krisis Perbankan Internasional dimulai di New York

3

1913

Lahirnya US Federal Reserve Sistem

4

1914 – 1918

Perang Dunia I

5

1920

Depresi Ekonomi Jepang

6

1922-1923

Jerman Mengalami Hiper Inflansi

7

1927

Jepang mengalami Krisis Keuangan 37 Bank Tutup

8

1929-1930

The Great Crash (di pasar modal NY) & Great Depression (Kegagalan Perbankan); di US, hingga Pendapatan national product-nya (GNP) terpangkas lebih dari setengahnya.

9

1931

Austria mengalami krisis perbankan, akibatnya kejatuhan perbankan di German, yang kemudian mengakibatkan berfluktuasinya mata uang internasional. Hal ini membuat UK meninggalkan standard emas.

10

1942-1945

Perang Dunia II

11

1944 – 1966

Prancis mengalami hyper inflasi akibat dari kebijakan yang mulai meliberalkan perekonomiannya.

12

1944 – 1946

Hungaria mengalami hyper inflasi dan krisis moneter. Ini merupakan krisis terburuk eropa. Note issues hungaria meningkat dari 12000 million (11digits) hingga 27 digits.

13

1945 – 1948

Jerman mengalami hyper inflasi akibat Kalah dalam perang dunia kedua.

14

1945 – 1955

Krisis Perbankkan Nigeria

15

1950-1971

Periode tidak terjadi krisis Lebih kurang akibat Bretton Woods Agreements, yang mengeluarkan regulasi disektor moneter relatif lebih ketat (Fixed Exchange Rate Regime). Disamping itu IMF memainkan perannya dalam mengatasi anomali-anomali keuangan di dunia. Jadi regulasi khususnya di perbankan dan umumnya di sektor keuangan, serta penerapan rezim nilai tukar yang stabil membuat sektor keuangan dunia (untuk sementara)

16

1971

Kesepakatan Breton Woods runtuh (collapsed). Pada hakikatnya perjanjian ini runtuh akibat sistem dengan mekanisme  bunganya tak dapat dibendung untuk tetap mempertahankan rezim nilai tukar yang fixed exchange rate.

17

1971-73

Kesepakatan Smithsonian (1 Ons emas = 38 USD). Dicoba untuk menenangkan kembali sektor keuangan dengan perjanjian baru. Namun hanya bertahan 2-3 tahun saja.

18

1973

Amerika meninggalkan standar emas. Akibat hukum uang buruk (foreign exchange) menggantikan uang bagus (dollar yang di-back-up dengan emas)-(Gresham Law)

19

1973 -…

Mengglobalnya aktifitas spekulasi sebagai dinamika baru di pasar moneter konvensional akibat penerapan floating exchange rate sistem. Periode spekulasi; di pasar modal, uang, obligasi dan derivative.

20

1973 – 1974

Krisis Perbankan kedua di Inggris; akibat Bank of England  meningkatkan kompetisi pada supply of credit

21

1974

Krisis pada Eurodollar Market; akibat west German Bankhaus ID Herstatt gagal mengantisipasi international crisis.

22

1978-80

80  Deep recession di negara-negara industri akibat boikot minyak oleh OPEC, yang kemudian membuat melambung tingginya interest rate negara-negara industri.

23

1980

Krisis Dunia ketiga; banyaknya hutang dari negara dunia ketiga disebabkan oleh oil booming pada th 1974, tapi ketika negara maju meningkatkan interest rate untuk menekan inflasi, hutang negara ketiga meningkat melebihi kemampuan bayarnya.

24

1980

Krisis Hutang di Polandia; akibat terpengaruh dampak negatif dari krisis hutang dunia ketiga. Banyak bank di eropa barat yang menarik dananya dari bank di eropa timur.

25

1982

Krisis Hutang di Mexico; disebabkan outflow kapital yang massive ke US, kemudian di-treatments dengan hutang dari US, IMF, BIS. Krisis ini juga menarik Argentina, Brazil dan Venezuela untuk masuk dalam lingkaran krisis.

26

1987

The Great Crash (Stock Exchange), 16 Oct 1987 di pasar modal US & UK. Mengakibatkan otoritas moneter dunia meningkatkan money supply

27

1994

Krisis di Mexico; kembali akibat kebijakan finansial yang tidak tepat.

28

1997

Krisis Keuangan di Asia Tenggara; krisis yang dimulai di Thailand, Malaysia kemudian Indonesia

29

1998

Krisis Keuangan di Rusia; jatuhnya nilai Rubel Rusia (akibat spekulasi)

30

1998

Krisis Keuangan di Brazil

31

1999

Krisis Keuangan di Argentina

Data Di olah Dari Sumber(Roy & Glyn Davies, 1996 & Francisco LR dan Luis R Batiz,1985)

Disusun oleh : Kent (PPI Nasional)

Kronologis Pembubaran Aksi SMI Tanggal 30 Juni 2008

13.00

massa aksi memulai aksi di Hotel Indonesia dengan estimasi massa 70 orang, beberapa massa aksi ada yang membawa kendaraan bermotor dan di kawal oleh satu orang polisi bermotor

13.30 :

Massa aksi melakukan orasi di depan bank indonesia

13.50 :

long march sampai di HI dan dengan dikawal polisi 3 orang yang mengendarai motor thunder

13.59 :

long march berhenti di menko kesra dan beberapa petugas polisi meminta keterangan kepada massa aksi

14.03 :

polisi dengan jumlah 1 truk menyebrang jalan dan berhenti di trotoar

14.05 :

massa aksi duduk di depan menko kesra sambil berorasi dan ada beberapa orang yang mengambil gambar dan mencatat tentang tuntutan aksi

14.10 :

massa aksi berdiri sambil berorasi

14.13 :

lalu polisi menyuruh massa aksi menyebrang jalan menuju ke depan istana negara

14.30 :

massa aksi yang membawa kendaraan bermotor diminta polisi agar mengevakuasi motor nya karena takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, akhirnya mereka menuruti perintah polisi dan menuju monas.

15.15 :

massa aksi di minta untuk membubarkan diri oleh polisi, perangkat aksi ingin menutup aksinya dengan orasi terakhir dari ketua SMI cabang jakarta, tapi polisi memaksa mengambil pengeras suara (Toa) dari kordinator aksi (korlap), disitu mulai terjadi tindakan refresip terhadap massa aksi dan terjadi pembubaran paksa oleh polisi, satu-persatu massa aksi di tarik paksa oleh polisi yang disertai pemukulan, tendangan, jambak, dan di seret.

15.30 : massa aksi yang berjumlah 35 orang di angkut oleh petugas polisi dengan truk polisi.

Dan nama-nama yang di bawa oleh polisi, sebagai berikut :


1. Obin

2. Kadir

3. Titus

4. Japra

5. Hendra

6. Aples

7. Minyak

8. Kijo

9. Aries

10. Cobra

11. Gompal

12. Andreas

13. Kiky

14. Joko

15. Budut

16. Surya

17. Ncek

18. Agus

19. Desta

20. Agus wandi

21. Jo

22. Cecep

23. Jeni

24. Alie

25. Odang

26. Mamat

27. Jamso

28. Toni

29. Putra

30. Kenar

31. Fiki

32. Ringga