SITUASI SEKARANG AKAN PENTINGNYA PARTAI BURUH DAN LANGKAH KE DEPAN

restuKebuntuan kapitalisme dan politik borjuasi yang kita saksikan hari ini membutuhkan sebuah kepemimpinan yang sejati, dan kepemimpinan ini hanya bisa datang dari kelas buruh. Kelas buruh, dengan memimpin dan merangkul semua lapisan tertindas, adalah satu-satunya kelas revolusioner yang dapat membebaskan bangsa ini dari rantai kapitalisme dan imperialisme yang tidak hanya mengikatnya tetapi juga mencekiknya.

Bukannya bersandar pada kelas borjuasi nasional dan para perwakilannya, bukannya membonceng dan menitipkan suara pada partai-partai borjuasi, bukannya membatasi diri pada pilihan terbaik dari yang buruk, tetapi menyerukan kemandirian kelasnya dengan lantang dan tegas. Secara konkret ini berarti sudah saatnya kelas buruh membangun partai politiknya sendiri, membangun sebuah partai buruh massa. Bangsa ini membutuhkan kepemimpinan revolusioner dari kelas buruh, dan adalah tanggung jawab – dan bahkan kehormatan – bagi kelas ini untuk mengemban tugas ini.

Oleh karenanya kaum buruh, lewat organisasi-organisasi perjuangan sehari-hari mereka – yakni serikat-serikat buruh massa – harus memulai proses pembangunan partai buruh ini. Tidak ada alasan logistik ataupun administrasi mengapa buruh tidak bisa membangun partainya sendiri. Kalau buruh bisa mengorganisir mogok senasional yang melibatkan jutaan buruh, kalau buruh bisa memaksa pemerintahan ini mendeklarasikan 1 Mei sebagai hari libur nasional, maka buruh bisa – dan harus – membangun partainya sendiri. Satu-satunya halangan hanyalah tembok yang ada di dalam kepala kita masing-masing, yang harus kita runtuhkan

Lewat partai buruh ini kelas buruh akan memberikan kepemimpinan kepada seluruh rakyat pekerja yang tertindas. Maka dari itu, partai buruh ini juga harus mengusung program yang merangkul rakyat pekerja tertindas lainnya – tani, nelayan, dan kaum miskin kota. Program ini sekurang-kurangnya harus mengandung poin-poin berikut, yang bisa dikembangkan lebih lanjut oleh buruh sendiri lewat proses diskusi:

  1. Nasionalisasi cabang-cabang industri penting – seperti perbankan, pertambangan migas dan non-migas, pertanian dan perkebunan besar atau agrobisnis, kehutanan, transportasi, telekomunikasi – yang akan diletakkan di bawah sistem ekonomi terencana yang demokratis.
  2. Reforma agraria dan kredit murah bagi kaum tani miskin dan nelayan miskin
  3. Kepastian kerja untuk semua rakyat, pemberlakuan upah layak untuk penghidupan, penghapusan sistem outsourcing dan kerja kontrak, dan kebebasan berserikat
  4. Rumah untuk semua rakyat
  5. Pelayanan kesehatan gratis dan bermutu untuk semua rakyat
  6. Pendidikan gratis bermutu bagi semua rakyat sampai tingkat perguruan tinggi
  7. Program sosial dan perlindungan untuk kaum miskin kota dan anak jalanan
  8. Perlindungan lingkungan hidup, untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi semua rakyat pekerja dan anak cucunya.
  9. Kesetaraan hak sosial, ekonomi, politik dan budaya untuk kaum perempuan. Lawan semua bentuk diskriminasi terhadap perempuan di tempat kerja, lingkungan tempat tinggal, sekolah, dan keluarga.
  10. Akhiri semua bentuk diskriminasi ras, agama, suku, gender, dan seks. Persatuan rakyat pekerja adalah satu-satunya cara untuk melawan diskriminasi.
  11. Tangkap dan adili semua koruptor dan pelanggar HAM, serta sita semua harta bendanya
  12. Bangun industrialisasi nasional yang kuat dan mandiri di bawah kontrol rakyat
  13. Cabut UU atau peraturan yang memberangus demokrasi dan HAM
  14. Usut tuntas kasus pelanggaran HAM di Indonesia
  15. Buat UU atau peraturan yang melindungi kaum buruh dan rakyat

Poin-poin program di atas bukanlah akhir dalam dirinya sendiri, yang bersifat kaku dan statis, tetapi adalah sebuah batu pijakan untuk perjuangan yang lebih besar dalam mewujudkan peran historis kelas buruh. Ia hidup dan berkembang, yang tugasnya adalah menjadi jembatan yang akan menghubungkan tuntutan sehari-hari dengan tugas historis kaum buruh untuk menumbangkan kapitalisme dan membawa sosialisme. Ia adalah program transisional.

Dalam proses bergeraknya, partai buruh dan serikat-serikat buruh yang ada di dalamnya dapat menggunakan dan mengembangkan program transisional. Pertimbangan apa yang menjadi tuntutan transisional ini harus dilakukan dengan memperhatikan situasi sosial dan politik yang konkret secara dialektis. Apa yang sebelumnya adalah tuntutan transisional pada satu hari – ketika situasi sosial dan politik telah berubah – dapat menjadi tuntutan yang justru ada di belakang kesadaran rakyat dan menghalangi perkembangan kesadaran kelas. Di Indonesia, dimana hak-hak dasar buruh saja masih belum terpenuhi, perjuangan untuk 8-jam kerja, upah layak, pendidikan gratis, kesehatan gratis, dsbnya. dapat menjadi tuntutan revolusioner, selama setiap usaha dilakukan untuk selalu menghubungkannya dengan tugas historis kelas buruh. Tidak seperti kaum reformis yang kerap berhenti pada tuntutan reforma saja dan tidak berani maju lebih lanjut ketika dihadapkan dengan momen revolusi yang menentukan, kaum revolusioner justru menggunakan tuntutan reforma sebagai batu pijakan menuju revolusi.

Situasi Sekarang dan Langkah Kita

Menurut saya, situasi sekarang adalah momentum bangkitnya kaum buruh dalam membuat bangunan partai politik kelasnya. Dengan wacana dan rencana setelah Mayday 2015 konfederasi besar buruh mau membentuk partai buruh pada saat konfrensi pers yang dihadiri pimpinan konfederasi serikat buruh besar. Dan harus membaca segala situasi dan konsekuensi logisnya. Bagaimana konfederasi buruh kuning ini adalah barisan sakit hati pada saat  pemilu dan belum menunjukkan kesadaran ideologisnya secara benar. Dan masih banyaknya pimpinan organisasi ataupun organisasinya yang elitis,pragmatis, dan oportunis. Ini mengingatkan saya dulu bagaimana proses pembangunan PBSDR (Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia) yang bisa menyatukan kaum buruh Rusia dalam kesadaran politiknya. Akan tetapi evaluasinya adalah pada awal pembangunan partai itu belum ada partai revolusioner yang bisa mempengaruhi secara ideologis soal praktek marxisme sejati. Sehingga Lenin setelah itu terpaksa dengan kondisi yang ada membentuk faksi Bolshevik. Dan membuktikan ketepatan dan kekonsistensinya sehingga bisa mewujudkan revolusi.

Soal situasi gerakan buruh itu sendiri yang dinilai menurun, padahal kita tahu dalam keadaan diamnya  itu pasti ada geraknya. Dan sebenarnya dalam keadaan gerakan buruh itu walaupun menurun tapi ada gerak untuk mengevaluasi,merefleksi,membangun kembali,memogokkan kembali di pabrik-pabrik, dan menghidupkan kembali aksi massa melawan kapitalisme. Tidak sedikit serikat buruh di basisnya masing-masing yang sampai hari ini masih melakukan pemogokan. Bedanya dulu pada saat awal kebangkitan gerakan buruh sekitar tahun 2011 sampai berakhirnya mogok nasional jilid 3 yang dalam evaluasinya belum ada kepemimpinan revolusioner dalam sebuah partai politik kelasnya. Sekarang adalah saat yang tepat dan tidak bisa ditunda lagi akan pentingnya partai buruh yang revolusioner. Komitmen akan pembangunan partai buruh akan diuji dalam praktek. Dan sebelum partai itu berdiri tentunya harus mempunyai dasar prinsip yang harus dipegang teguh.

Setidaknya dalam partai buruh yang dimaksud adalah

Partai buruh yang mandiri dan tidak berkolaborasi kelas

Belajar dari pengalaman bagaimana banyak serikat buruh yang pada tahun kemarin saat Pemilu ikut masuk dalam partai politik borjuasi (entah nyaleg,masuk dalam anggota partai, sampai jadi tim sukses dan relawan), mendukung salah satu capres yaitu Jokowi ataupun Prabowo, yang pada intinya kaum buruh banyak yang berkolaborasi kelas. Tentunya partai yang kita bangun adalah partai buruh yang murni dari buruh dan tidak bergandeng dengan borjuasi termasuk elite-elite politik dan partai politik borjuasi. Komposisi partai buruh dari serikat-serikat buruh yang tidak ada hubungannya dengan partai-partai yang ada sekarang ini.

Partai buruh adalah partai massa dengan kepeloporan kaum progresif revolusioner

Di dalam partai buruh yang akan datang dengan berbagai macam konfederasi kuning yang masih banyak watak elitis,pragmatis, dan oportunis. Tugas kaum revolusioner (organisasi politik yang sudah ada) adalah mempengaruhi perspektif dan ideologi Targetan selanjutnya adalah membangun kesadaran di massa buruh luasnya terutama seperti di konfederasi kuning agar bisa sadar secara ideologis. Konsekuansi lainnya adalah kita harus siap bertarung gagasan dengan konfederasi kuning itu, termasuk pimpinan serikat buruhnya dan dengan massa yang belum tersadarkan secara ideologis,perspektif,program,dan tradisi. Dengan tujuannya adalah mengikis watak elitis,pragmatis, dan oportunis. Dan selanjutnya membangun kesadaran kelasnya sehingga tertanam praktek perjuangan kelasnya. Bahwa muaranya adalah membangun sosialisme. Mengantisipasi akan pengalaman2 yang sudah2 sehingga kita sudah pada keadaan siap dalam menghadapi hal yang terburuk. Moral dan kerja kita akan diuji disini. Baik kepada pimpinan serikat buruh dan massa buruhnya. Ini adalah targetan awal dan tugas awal dalam bertarung gagasan dan memenangkan gagasan terhadap kaum oportunis dan reformis. Sampai pada tingkatan selanjutnya adalah mempengaruhi ideologi marxisme dan sosialisme kepada rakyat pekerja. Dan inilah tugas kader-kader yang maju dalam memajukan perspektif,ideologi,program,dan tradisi yang dibangun. Partai buruh ini tidak bisa dibangun secara artifisial tanpa keterlibatan buruh luas yang sadar kelas. Ia juga tidak bisa dibangun dalam waktu semalam oleh segelintir orang ataupun segelintir serikat buruh. Ia adalah partai massa dan oleh karenanya harus datang dari massa buruh lewat serikat-serikat buruhnya. Ia harus dibangun dari bawah, dimulai dengan penyadaran politik di antara buruh.

Partai buruh yang mempunyai program minimum yang jelas

Program minimum adalah seperti yang diatas diuraikan. Yang kita harus mengarahkan dan melaksanakan untuk mengupayakan bisa menjalankan progam minimum itu dengan dukungan segenap rakyat pekerja dan elemen masyarakat yang mendukungnya. Soal menjaga program akan terlaksana beriringan dengan tugas intervensi ideologi politik organisasi partai buruhnya itu sendiri. Sehingga progres dari perwujudan program bisa dilakukan.

Partai buruh berlandaskan kepada ideologi anti kapitalisme dan membangun sosialisme

Partai buruh harus jelas dia sebagai antitesa dari sistem kapitalisme, sehingga posisinya jelas sebagai perlawanan terhadap kapitalisme. Termasuk juga sebagai oposisi terhadap partai-partai borjuasi yang ada. Dan jalan keluar yang jelas yaitu membangun sosialisme itu sendiri. Menyerukan membangun sosialisme, karena itu satu-satunya jalan untuk pembebasan manusia dan alam dunia ini dari penindasan kapitalisme dan imperialisme.

Partai buruh yang bisa mengakomodir seluruh kepentingan kaum buruh,tani,dan masyarakat yang terdampak dari kapitalisme

Untuk membangun sebuah negara yang harus dilakukan adalah mempersatukan kaum buruh dan tani, dan rakyat lainnya. Dan untuk mempersatukan semua itu dibutuhkan partai revolusioner. Belajar dari pengalaman-pengalaman di Rusia dan Cina pada saat awal revolusi dan setelahnya. Partai ini bisa menyatukan dan mengakomodir seluruh kepentingan rakyat banyak. Sehingga pada situasi yang dilihat secara kuantitas dan kualitas, kontradiksi kelasnya, dan dialektikanya siap mengadakan revolusi kelas pekerja.

Oleh karenanya, beberapa langkah awal yang dapat dilakukan kaum revolusiner untuk mencapai ke sana adalah:

  1. Propagandakan seruan pembangunan partai buruh di antara kaum buruh, lewat serikat-serikat buruh dan juga organ-organ perjuangan lainnya. Baik dengan mengagitasi ataupun melalui media-media propaganda seperti koran partai dll
  2. Selenggarakan diskusi di antara buruh dari tingkat bawah sampai ke tingkat atas mengenai wacana pembangunan partai buruh; bentuk lingkaran-lingkaran diskusi dan kelas-kelas ekopol untuk mendiskusikan wacana partai buruh ini secara luas: Apa itu partai buruh? Mengapa dibutuhkan partai buruh? Apa saja program yang harus diusungnya? Bagaimana membangunnya?
  3. Di antara buruh yang masih berilusi terhadap Jokowi ataupun Prabowo, jelaskan dengan sabar dan “mild in manner, bold in content” (lunak dalam pendekatan, keras dalam prinsip), bahwa yang dibutuhkan adalah buruh yang berdikari dengan partai buruhnya sendiri. Kaum buruh yang telah terpecah ke dalam dua kubu borjuasi ini harus disatukan kembali, dan slogan persatuannya adalah “Bangun Partai Buruh!”
  4. Memupuk kesabaran revolusioner,kedisiplinan,kekonsistensinan, dan kemandirian kelasnya pada diri kaum-kaum revolusioner sehingga mempunyai semangat baja dan teruji dalam prakteknya, bukan sekedar wacana akan tetapi dalam prakteknya membangun sosialisme itu sendiri.

Pada akhirnya, Kita harus serukan dengan lantang dan konsisten: Kaum Buruh, Tegaskan Kemandirian Kelas dan Kepemimpinan Kelasmu! Bangun Partai Buruh! Dan ini adalah tugas mendesak kaum revolusioner untuk menyerukannya dan memimpinnya di bawah jutaan massa kelas pekerja..!

Sekian.

Hidup buruh ! hidup rakyat !

Ditulis oleh Restu Baskara

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s