Kaum Buruh, Ayo Berpolitik dan Majukan Gerak Sejarah

PERSATUAN PERJUANGAN INDONESIA

Pernyataan Sikap pada Peringatan May Day 2015

cropped-persatuan-perjuangan1.jpgDi tahun ini, may day berbeda, pertama karena Pemerintah telah menjadikan may day sebagai hari libur nasional, kedua kaum buruh memberanikan diri mendeklarasikan satu sikap bersama, yaitu buruh berpolitik dan membangun alat politiknya sendiri. Kesadaran dan perjuangan kaum buruh telah selangkah lebih maju, dari yang semula bersifat ekonomis menjadi politis. Kenyataan yang terjadi beberapa tahun belakangan dari berbagai pengalaman perjuangan kaum buruh yang bermacam-macam serikat buruh/serikat pekerja (SP/SB), mulai dari penolakan terhadap PHK sepihak dan perjuangan penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, lalu mogok nasional telah memberikan pelajaran berarti bagi kaum buruh. Kesadaran-kesadaran berjuang tersebut perlahan dan pasti semakin kuat, semakin maju.Pengalaman ini semakin diperkuat dengan adanya pengkhianatan dari para elit politik yang selalu memanfaatkan suara kaum buruh yang jumlahnya berjuta-juta. Pada Pemilu tahun lalu banyak serikat buruh/serikat pekerja yang terbuai dengan janji-janji para capres dan para caleg yang berlaga di pemilu, setelah pemilu usai dan para pemenang mendapatkan kursinya, janji tak pernah tertunaikan. Di sisi lain kemerosotan ekonomi dan tidak kunjung membaiknya tingkat kesejahteraan kaum buruh semakin menambah kesadaran di tingkatan kaum buruh. Meskipun setiap tahun upah minimum naik, namun hal tersebut tidak sebanding dengan kenaikan harga-harga barang, jadi upah riil kaum buruh sesungguhnya sama sekali tidak mengalami kenaikan.

Kenaikan upah, penghapusan outsourcing, perlindungan dan persamaan hak di tempat kerja adalah berkaitan erat dengan kebijakan politik, dan kebijakan politik adalah produk dari rezim penguasa. Begitupun juga di sektor tani, masalah ketimpangan dan ketiadaan lahan garapan, pupuk murah, permainan harga produksi pertanian hingga dibuka lebarnya kran produk impor pertanian adalah juga kebijakan politik. Tidak hanya itu saja, masalah kesetaraan bagi kaum perempuan, kerusakan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, ketimpangan pembangunan kota dan desa, masalah subsidi, masalah transportasi umum dan segudang persoalan lainnya adalah berkaitan dengan kebijakan dan kekuasaan negara. Diperlukan keberanian dan kerja keras dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Kaum Buruh sebagai Garda Depan Politik Kerakyatan

Kaum buruh sudah terbukti dalam soal keberanian dan kerja keras. Keberanian tersebut terbukti dalam setiap aksi perjuangannya menentang kesewenang-wenangan majikan di tempat kerja melalui aksi mogok dan perundingan, meskipun selalu mendapatkan ancaman PHK dan skorsing. Kerja keras telah dilakukan setiap hari 8 hingga 12 jam kerja. Tidak hanya itu organisasi buruh melalui serikat buruh/pekerja juga mempunyai disiplin tinggi dan terorganisir dengan rapi, meskipun selalu mendapat tekanan dan pemberangusan. Pada awalnya kaum buruh mulai bergerak dari tuntutan-tuntutan yang hanya bersifat ekonomi kemudian bergerak kepada tuntutan yang bersifat politik. Ini adalah keniscayaan. Kesadaran kaum buruh kini telah bergerak maju. Sudah waktunya kelas buruh memiliki wadah politiknya sendiri. Paradigma yang terbangun di dalam pikiran buruh harus lebih maju. Kelas buruh harus semakin memantapkan langkah lebih maju dari masyarakat umum dalam menyikapi situasi politik sekarang dan yang akan datang.

Tentu saja tidak mudah untuk jalan untuk membentuk sebuah partai politik, karena kaum buruh tidak mempunyai uang yang berlebih dan donatur konglomerat, juga koneksi yang luas. Tapi kaum buruh mempunyai modal yang lebih penting daripada itu semua, yaitu solidaritas. Melalui iuran yang dikumpulkan dari setiap anggota serikat buruh, juga anggota-anggota aktif yang jumlah sangat banyak itu partai ini bisa dibangun, yang artinya, partai ini adalah partai yang benar-benar mandiri, berdasarkan kehendak dari bawah sehingga bentuk pertanggungjawabannya nyata. Partai ini sama sekali tidak bergantung pada elit politik atau pengusaha. Partai masa depan yang akan sama sekali berbeda dengan partai-partai yang pernah ada selama ini.

Melaui partai ini, tidak hanya kaum buruh, kaum tani, pemuda mahasiswa, kaum perempuan, komunitas adat bisa belajar berpolitik, berdiskusi bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan di masing-masing sektornya, mengembangkan demokrasi karena partai ini didasari atas prinsip-prinsip persamaan hak, kesetaraan dan emansipasi. Partai ini harus membangun tradisi politik untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Program Perjuangan

Untuk dapat mencapai cita-cita yang mulia tersebut, Partai ini harus mempunya program yang nyata dan mampu menyelesaikan setiap persoalan yang ada di rakyat, diantaranya: pertama; menata ulang ekonomi yang bersangkutan dengan hajat hidup orang banyak, seperti sektor finansial perbankan, pertambangan migas dan non-migas, pertanian dan perkebunan besar atau agrobisnis, kehutanan, transportasi, telekomunikasi – yang akan diletakkan dalam sistem ekonomi terencana yang demokratis. Kedua, menyelenggarakan jaminan sosial menyeluruh tanpa membedakan status ekonomi masyarakat yang meliputi kesehatan, perumahan, pendidikan dan pensiun. Ketiga; melaksanakan program reforma agraria untuk menjamin setiap rumah tangga tani mempunyai lahan garapan yang cukup dan menghapus ketimpangan penguasaan lahan. Keempat; membangun Industri nasional yang mampu menopang kemandirian ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap ekonomi internasional. Kelima; kesetaraan hak bagi semua orang dan penghapusan diskriminasi serta perlindungan bagi kelompok minoritas. Keenam; menangkap dan mengadili serta menyita harta benda koruptor, pelanggar HAM, pengemplang pajak, kelompok kartel yang melakukan monopoli.

Untuk selanjutnya, demi membangun partai yang lebih luas, kaum buruh harus terus memperluas ide-ide ini kepada khalayak yang lebih banyak, tidak mungkin menjalankan program perjuangan tersebut tanpa dukungan lebih banyak rakyat. Maka demi memperjuangkan cita-cita besar ini kami dari Persatuan Perjuangan Indonesia mendukung sepenuhnya deklarasi politik kaum buruh Indonesia untuk membangun alat politiknya sendiri. Bergandeng tangan dengan kaum tani, pemuda, perempuan, kaum miskin kota.

Bangun Kemandirian Politik Kaum Buruh dan Rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s