JOKOWI-JK ADALAH REZIM NEOLIBERALISME

10176094_10203237683885551_1839271071331816124_nPernyataan sikap
KOMITE PERJUANGAN RAKYAT (KPR)
(FPBI, PPI, SPM PT PAS, SMI, KPOP, SPKAJ, ARNOT)

28 Januari 2015 Genap sudah 100 hari pemerintahan Jokowi-Jk memimpin republik sebagai presiden Indonesia dengan segala programnya. Sebelum pemilu massa rakyat banyak berharap banyak pada pemerintahan yang baru yang akan terpilih pada pemilu baik dari kubu koalisi merah putih (Partai Gerindra dan koalisinya) maupun dari kubu koalisi Indonesia hebat (PDIP dan koalisinya).

Pemilu pun sudah usai dan pemerintahanpun bekerja (katanya) melalui kabinet kerja yang akan bekerja selama 5 tahun kedepan-akan mensejahterakan rakyat, akan memberikan keadilan bagi massa rakyat, akan menyelamatkan demokrasi (katanya) sebagaimana janji-janji mereka pada waktu pemilu. Dan apakah program-program-program pemerintah yang berkuasa mencerminkan dan merealisasikan janji mereka demi kesejahteraan rakyat? Bahwa setelah mereka sudah sampai pada kekuasaan (presiden dan parlemen) alias memenangkan persaingan diantara sesama mereka (KIH vs KMP) mulai lah terlihat jelas siapa sesungguhnya mereka, terang jelas apa sesungguhnya program mereka dan begitu sangat terang dan terbuka kepada siapa mereka mengabdi.

Berbagai program-program yang mereka janjikan untuk memperbaiki kehidupan massa rakyat ke arah yang lebih baik, mulai dari program trisakti sampai pada revolusi mental. Akan tetapi kepada kenyataannya kesemuanya itu adalah hanya sebatas janji-janji bertujuan sekedar untuk mengambil simpati rakyat, sekedar untuk mendapatkan popularitas seperti halnya mereka blusukan di tengah massa rakyat, kesemuanya tidak lah lebih sekedar untuk mendapatkan dukungan rakyat-seolah-olah mereka bekerja demi rakyat. Padahal tidak lama setelah itu pemerintah jokowi-jk dengan segala perangkat pendukungnya termasuk lembaga-lembaga pemerintahan menunjukkan diri bekerja dan mengabdi untuk kepentingan tuan-tuan modal besar baik dalam negeri maupun tuan-tuan modal asing.

Adalah tidak benar 100 hari pemerintahan jokowi-jk bekerja untuk rakyat akan tapi baru 100 hari pemerintahan jokowi-jk bersama parlemen menjalankan program-program yang bertentangan dengan kepentingan rakyat, beberapa diantaranya :

  • 100 hari tidak membatalkan justru bekerja keras mempersiapkan pasar bebas ASEAN.

Kepentingan membentuk masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) bagi para pemodal asing dan dalam negeri memanfaatkan 616 juta orang total penduduk negara-negara ASEAN (melebihi total penduduk uni eropa) atau 8,6% dari total penduduk dunia merupakan pasar yang sangat potensial dari segi permintaan atas barang dan jasa. Tingginya populasi tersebut juga akan menjamin ketersediaan tenagakerja-tenagakerja produktif untuk kebutuhan-kebutuhan berbagai industri yang mencapai 50,8%, bahkan akan terus meningkat.

Bagi rakyat termasuk pekerja/buruh Indonesia keberadaan pasar bebas akan memberikan manfaat negatif karena rakyat Indonesia akan dihadapkan dengan persaingan antara rakyat Indonesia sendiri dan rakyat di negara-negara ASEAN lainnya. Persaingan tersebut tentu merugikan ditengah tingkat partisifasi pendidikan pekerja/buruh yang masih rendah-mayoritas SD dan SMP. Akan bersaing di tengah politik upah murah yang dijalankan (rata-rata upah indonesia tergolong rendah nomor 3 terendah dari bawah). Dalam meknaisme pasar bebas, maka setiap investor akan secara bebas pula menggunakan atau tidak menggunakan tenagakerja, sehingga dengan jumlah tenaga produktif yang terus meningkat (angkatan kerja) pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masal tidak dapat dihindari, hal ini juga diperkuat dengan undang-undang tenagakerja yang masih mengesahkan sistem kerja kontrak dan outsourcing yang pada praktiknya sejak disahkan sampai sekarang tidak mampu memberikan kepastian kerja yang layak bagi rakyat, serta memudahkan setiap pengusaha melakukan tindakan PHK tanpa sanksi apapun.

Disamping itu juga, Pasar bebas ASEAN akan memaksa rakyat Indonesia bersaing ditengah keterbatasan atas tanah, modal, teknologi dan pengetahuan mayoritas petani miskin, nelayan, pedagang kecil dan rakyat lainnya yang hari ini masih kesulitan dalam mengakses kesejahteraan.

  • 100 hari pemerintahan jokowi-jk tetap mempertahankan kekuasaan modal asing atas asset-asset strategis.

Asset-asset strategis yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia dominan dikuasai oleh tuan-tuan modal asing termasuk sebagian kecil investor swasta dalam negeri, hal ini ditandai dengan memberikan para investor asing bersama elit-elit ekonomi dalam negeri menguasai kekayaan bumi Indonesia seperti minyak, gas, emas, batubara dan lain sebagainya baik dalam bentuk memberikan kemudahan-kemudahan dalam perizinan maupun fasilitas-fasilitas lain yang diberikan khusus bagi para investor. Akibatnya banyaknya pertambangan misalnya mampu memberikan tingkat keuntungan yang sangat tinggi dan itu menjadi milik para investor swasta, sedangkan pemerintah indonesia hanya mendapatkan beberapa jenis pajak dari keuntungan tersebut.

  • 100 hari pemerintah jokowi-jk berusaha mencabut subsidi disektor publik.

Katanya 100 hari pemerintahan jokowi-jk hebat dalam waktu 4 bulan pemerintah mampu menurunkan harga BBM sebanyak 2 kali dan kenaikan 1 kali dari harga dasar 6.500 rupiah.

Akan tetapi kehebatan jokowi-jk adalah akan menghilangkan subsidi dan menyerahkan harga Bahan Bakar Minyak pada mekanisme pasar yang ditentukan berdasarkan turun naiknya harga minyak dunia. Jika subsidi BBM dihilangkan maka permintaan atas BBM yang sudah menjadi bagian kebutuhan dasar rakyat akan ditentukan seberapa banyak kekayaan yang dimiliki. Dan jika harga BBM diserahkan ada mekanisme pasar tanpa peran tanggungjawab negara akan mengakibatkan peningkatan inflasi, dimana hal itu berdampak pada kualitas upah riil rakyat, sementara praktik penurunan harga BBM ternyata tidak diikuti oleh penurunan harga kebutuhan pokok rakyat.
Tidak hanya Bahan bakar minyak, akan tetapi kebutuhan energi lain seperti listrik dan gas semakin hari semakin sulit diakses oleh rakyat akibat dari kenaikan harga. Keadaan tersebut merupakan bagian dari jalan menuju liberalisasi sepenuh-penuhnya tanpa ada lagi campur tangan negara di sektor publik.

Katanya kesehatan gratis dan berkualitas bagi rakyat dengan program kartu indonesia sehat (KIS) yang termasuk di dalam program BPJS kesehatan.

Pada kenyataannya sampai dari pemerintah sebelumnya sampai 100 hari pemerintahan jokowi-jk, massa rakyat masih saja mengalami kiesulitan bahkan tidak mampu mengakses kesehatan yang gratis dan berkualitas.

Katanya akan menyelenggarakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi rakyat dengan program kartu indonesia pintar (KIP),

Pada kenyataannya rakyat pun masih kesulitan bahkan tidak mampu mengakses pendidikan yang gratis dan berkualitas.

Dengan demikian, pemerintahan jokowi-jk yang katanya pro rakyat sesungguhnya adalah kaki tangan dari para pemodal-pemodal besar dengan tetap menjalankan program-program neoliberalisme yang pada prinsipnya menghilangkan kedaulatan ekonomi politik indonesia sehingga menjadi bangsa yang tidak merdeka.Berdasarkan uraian di atas kami dari komite perjuangan rakyat (KPR) menyatakan sikap bahwa 100 hari pemerintahan jokowi-jk adalah rezim anti rakyat dan pro modal. Dan program TRISAKTI ala jokowi yang sering dikoar-koarkan sesungguhnya bertentangan dengan cita-cita bangsa yang berdikari secara ekonomi, berdaulat secara politik dan berkpribadian dalam budaya.

Atas dasar itu pula kami menuntut :

  1. Batalkan perjanjian pasar bebas masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).
  2. Berikan subsidi sebesar-besarnya bagi rakyat.
  3. Upah Layak Nasional yang sama bagi pekerja/buruh Indonesia
  4. Kesehatan dan pendidikan gratis yang berkualitas bagi seluruh rakyat.
  5. Tangkap,adili dan sita asset-asset para koruptor.
  6. Cabut undang-undang anti rakyat dan tetapkan undang-undang yang berpihakpada rakyat.

Jakarta, 28 Januari 2015

Ttd
Andre Serizawa
Koordinator KPR

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s