“Bangkitlah Kaum Tani, Bangun Persatuan Gerakan Rakyat”

Pernyataan Sikap Persatuan Perjuangan Indonesia

Menyambut Hari Tani 2014

Tepat 24 September 2014 Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) berusia 54 tahun. Dan selama tahun itulah rezim borjuasi berganti tetapi belum ada yang serius menjalankannya sejak UU tersebut disahkan. Terlebih saat ini arah kebijakan ekonomi yang neoliberal dalam kekuasaan borjuasi akan membuat kebijakan tentang persoalan agraria juga akan mengikutinya yaitu pro modal dan pro pasar. Kaum Tani Indonesia ditindas, Rakyat Indonesia dihianati dan terjajah!!

Pemerintah pada tahun 2011 mengeluarkan PP Nomor 32 mengesahkan berlakunya program percepatan pembangunan atau yang dikenal dengan MP3EI. Program ini sangat sarat dengan kepentingan Neoliberalisme anak kandung kapitalisme di Indonesia yang memang sejatinya sudah dianut oleh pemerintahan borjuasi sampai saat ini. Program ini membuka seluas-luasnya intervensi modal yang disalurkan melalui 6 koridor yang disediakan oleh negara. Dalam konteks agraria, program MP3EI berefek makin meningkatnya arus import produk pertanian yang sangat menguntungkan korporasi tersebut makin membuat petani kita makin terpuruk dikarenakan dipaksa tunduk dalam persaingan dikarenakan negara menghilangkan proteksinya terhadap petani. Disatu sisi program MP3EI juga makin meningkatnya kasus-kasus perampasan tanah yang dilakukan baik oleh korporasi dalam perlindungan negara yang dialami oleh petani. Kasus perampasan ini tentu memicu konflik yang terjadi dalam rangka kaum tani membela haknya yang dirampas. Setidaknya ada data menunjukkan dalam kekuasaan pemerintahan borjuasi SBY saja telah terjadi sebanyak 987 kasus dan setara dengan meningkatnya luas wilayah konflik kira-kira mencapai 3.680.974,58 ha. Apa yang terjadi ini sebenarnya tidak bisa dilepaskan juga sebagai praktek nyata dari paket peraturan yang dibentuk oleh kekuasaan borjuasi yang menguntungkan kaum modal tersebut. Paket peraturan tersebut adalah repesentasi dari watak borjuasi itu sendiri yang intinya mengangap bahwa rakyatnya sendiri adalah musuh, dan menganggap kaum modal atas nama investasi adalah bagian yang harus dibela. Beberapa Undang-undang yang lahir seperti UU NO 7/2012 Tentang Penanggulangan Konflik Sosial, Inpres 2/2013 tentang Kamnas dll. Paket peraturan itu adalah dasar legalitas yang digunakan negara dalam melakukan represifitasnya.

Tidak sampai di MP3EI, tahun depan bagi kaum tani akan berkali lipat penindasannya. Tahun 2015 diberlakukannya pasar bebas ASEAN (Masyarakat Ekonomi ASEAN). MEA adalah bentuk kerja sama yang dibuat pemerintahan borjuasi ini bertujuan agar terciptanya aliran bebas barang, jasa dan tenaga kerja terlatih, serta aliran investasi yang lebih bebas ditingkat ASEAN. Dimana kaum tani akan dibiarkan sendiri bersaing tanpa ada sedikitpun perlindungan negara dalam menghadapi arus modal yang lebih deras lagi dan akan makin jauh tersingkirkan dari tanahnya.

Pemilu 2014 telah berakhir. Sandiwara demokrasi yang sebenarnya hanya akan menghasilkan pemimpin yang berwatak sama yaitu mendukung agenda-agenda neoliberal diIndonesia. Hal itu sebenarnya sudah ditebak dari tidak adanya sikap tegas dari mereka dalam menolak program-program neoliberal warisan penguasa sebelumnya seperti MP3EI apalagi tentang pasar bebas saat kampanye mereka dengan rasa kerakyatan yang palsu tersebut. Walaupun dalam pemilu itu dimenangkan oleh tokoh yang digadang-gadangkan merakyat dan populis yaitu Jokowi-JK. Tapi pada kenyataan yang akan ditemui adalah hanya sebagai pelaksana kelanjutan program-program yang hanya menguntungkan korporasi-korporasi. Indikasi jelas sebenarnya bisa terlihat begitu masifnya konsolidasi mereka dengan pemilik modal besar. Harapan bahwa penguasa baru akan menjankan reformasi agraria sejati akan merupakan suatu kemustahilan karena tidak adanya sikap tegas dalam menolak agenda-agenda neoliberalisme itu sendiri dan niatan pengapusan peraturanyang mendukung bebasnya arus modal di Indonesia. Bagi Persatuan Perjuangan Indonesia hal itu merupakan syarat pokok.

Merefleksi masih lemahnya kesatuan perlawanan gerakan petani dengan gerakan rakyat lainnya merupakan kondisi obyektif yang terjadi. Penyatuan unsur-unsur gerakan rakyat yang anti neoliberalisasi merupakan agenda mendesak yang harus di lanjutkan lebih maju. Gerakan rakyat yang masih terpisah-pisah ini harus disadari menjadi titik lemah dari kekuatan rakyat yang berlawan sehingga memudahkan kekuasaan borjuasi memanfaatkan, memecah dan mengilusi dengan janji-janji kerakyatan palsu. Jalan keluar satu-satunya untuk mengakhiri penindasan kaum tani khususnya dan rakyat secara umum hanya akan terwujud apabila jalan penyatuan gerakan ini ditempuh. Kesatuan yang berwatak kelas dan ideologis yang akan menjadi kekuatan inti akan suatu perubahan. Kesatuan yang akan berevolusi menjadi kekuatan politik altenatif yang akan menghadang kekuatan neoliberalisme dan menggulingkannya. Kekuatan yang menjadikan Kaum buruh dan Petani menjadi sokoguru perubahan. Kekuatan yang akan meletakkan dan melaksanakan reformasi agraria yang sejati. Kekuatan yang akan mewujudkan kesejahteraan bukan hanya bagi kaum tani tapi juga rakyat seluruhnya.

Oleh karenanya Persatuan Perjuangan Indonesia dalam hari Tani tahun ini menyerukan:

  1. Bangun persatuan gerakan Buruh dan Tani juga unsur gerakan rakyat lainnya sehingga menjadi kekuatan alternatif dalam menghadapi Neoliberalisme dan Pasar Bebas.
  2. Mendukung perjuangan pelaksanaan Reformasi Agraria menjadi perjuangan bersama perlawanan rakyat yang harus diwujudkan
  3. Menuntut negara bertanggung jawab atas kekerasan yang dilakukan negara pada konflik agraria
  4. Menuntut negara mengembalikan hak-hak petani yang sudah dirampas
  5. Menuntut negara untuk menghentikan pola-pola perampasan tanah yang dilakukan korporasi dan mengadili pelakunya
  6. Menolak kelanjutan program MP3EI yang terbukti hanya menguntungkan korporasi dan merugikan petani khususnya dan rakyat pada umumnya
  7. Menolak berlakunya pasar bebas ASEAN 2015

Salam Pembebasan Nasional

Sekjen Persatuan Perjuangan Indonesia

(Adhi Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s