Pernyataan Sikap Serikat Pekerja Kereta Api Jabodetabek

“Pemerintah telah gagal menegakkan hukum dan
melindungi hak-hak kaum pekerja”

Salam pembebasan !
Buruh bersatu tak bisa dikalahkan !

Menumpuknya kasus perburuhan dan lambannya penanganan kasus di kementerian ketenagakerjaan membuktikan bahwasanya apa yang menjadi tugas dan fungsi dari kementerian ketenagakerjaan yaitu melindungi dan membela hak-hak buruh/pekerja tidaklah terlaksana dengan baik, alasan birokasi yang berbelit -belit dan saling lempar tanggung jawab atas kewenangan untuk menyelesaikan kasus perburuhan sudah tidak asing lagi didengar oleh kaum buruh yang mengadukan kasus pelanggaran – pelanggaran yang di lakukan oleh para pengusaha atau perusahaan, baik milik swasta maupun milik Negara (BUMN).

Padahal tugas Pengawasan kementerian adalah mengawasi, memastikan, serta menindak dan memberikan sanksi kepada siapapun yang melanggar Undang-Undang dan aturan lain yang mengatur norma ketenagakerjaan, akan tetapi dalam kenyataannya, ratusan kasus bahkan ribuan kasus pelanggaran tersebut terus merajalela, hal ini jelas membuktikan bahwa tidak adanya keseriusan pengawasan dalam menindak tegas pelanggaran-peranggaran yang terjadi, yang kemudian membuat para pengusaha dan perusahaan makin bertindak semena-mena atas buruh/pekerjanya, hal ini dapat kita lihat dengan semakinbanyak laporan kasus dan menumpuknya kasus perburuhan diinstansi ketenagakerjaan baik ditingkat daerah/di dinas-dinas ketenagakerjaan maupun ditingkat Kementerian.
Satu kasus dari sekian banyaknya kasus yang belum juga diselesaikan dan masih menumpuk di meja Menteri Tenaga kerja dan terjebak birokrasi adalah kasus dari buruh/pekerja Kereta Api yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kereta Api Jabodetabek (SPKAJ), dimana sejak tahun 2008 SPKAJ telah melaporkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh PT. KAI dan PT. KCJ ke Kementerian Tenaga kerja dan sampai hari ini belum juga terselesaikan. Seandainya pengawsan kementrian tenaga kerja menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik maka hal ini tidak akan terjadi, karena untuk kasus di PT. KAI sudah jelas dan tegas bahwa status hubungan kerja para pekerja seharusnya sudah menjadi Hubungan Kerja Tetap (PKWTT) dengan PT. KAI, hal tesebut berdasarkan kepada ;

  1. Nota dari hasil Pemeriksaan dengan nomor B.239/PPKN-NK/V/2010, yang menyatakan bahwa petugas loket (ticketing), administrasi (OA), penjaga pintu keluar dan masuk stasiun (portir), petugas informasi (announcer), petugas pengawalan dan satuan pengamanan (pamsuska) adalah jenis-jenis pekerjaan yang berhubungan langsung dengan proses produksi PT.KAI sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan umum.
  2. Putusan dari Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dan putusan dari Pengadilan Tingkat Kasasi ( MA) juga menyatakan hal yang sama bahwa jenis pekerjaan yang di lakukan oleh para pekerja merupakan jenis pekerjaan yang berhubungan langsung dengan proses produksi di PT.KAI (persero) dan PT.KCJ.
  3. UU No 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan pasal 65 dan pasal 66 Jo PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN nomor 19 tahun 2012 yang hanya menetapkan lima jenis pekerjaan yang boleh di Outsourchingkan di antaranya ; 1. Usaha pelayanan kebersihan (cleaning service); 2. Usaha penyediaan makanan bagi pekerja/buruh (catering); 3. Usaha tenaga pengaman (security/satuan pengamanan); 4. Usaha jasa penunjang di pertambangan dan perminyakan; dan 5.Usaha penyediaan angkutan bagi pekerja/buruh,

Sekali lagi kami tegaskan bahwa Pengawasan kemenakertrans kami nilai Lamban dan tidak tegas dalam penegakan hukum dan aturan pada PT. KAI dan PT. KCJ yang kemudian mengakibatkan perusahaan milik negara ini semakin meliberalisasi jenis-jenis pekerjaan yang berhubungan langsung dengan proses produksi untuk diserahkan kepada perusahaan lain, sehingga hanya dalam rentang waktu 5 tahun yang semula hanya ada 2 penyedia jasa hingga kini menjadi lebih dari 10 penyedia jasa, selain dari hal tersebut diatas Pengawasan Kemenakertrans hingga saat ini pun belum juga menyelesaikan permasalahan status hubungan tenaga kerja kami dengan PT.KAI dan penyelesaian atas kasus pembayaran upah dibawah Upah Minimum, padahal UU No. 13 Tahun 2003 pasal 90 jo pasal 185 dengan tegas menyatakan bahwa perusahaan dilarang membayar upah pekerja dibawah Upah Minimum, dan jika hal itu dilakukan maka merupakan tindakan pidana kejahatan.
Perlu juga kami sampaikan bahwa perusahaan yang bekerja sama dengan PT. KAI dan PT. KCJ adalah perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh yang bergerak dibidang pengamanan/security, padahal pekerjaan yang dilakukan oleh para pekerja yakni “petugas loket (ticketing), administrasi (OA), penjaga pintu keluar dan masuk stasiun (portir), petugas informasi (announcer), petugas pemeriksa tiket di rangkaean kereta” adalah bukan bagian dari jobdesk pengamanan.
Pembiaran kasus yang dilakukan oleh Kementerian Tenagakerja dan dinas-dinas tenagakerja kabupaten/kota telah berakibat fatal bagi para pekerja, sehingga setiap pergantian perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh sudah dapat dipastikan banyak pekerja yang tidak dapat meneruskan pekerjaanya sebab perusahaan tersebut telah merekrut pekerja baru.
Maka atas hal tersebut diatas kami SPKAJ menuntut Pengawasan Kemenakertrans untuk segera :

  1. Hapus system kerja kontrak Outsourching di PT. KAI dan PT. KCJ;
  2. Segera keluarkan Nota hasil pemeriksaan atas jenis pekerjaan loket, portir, administrasi, pengawalan dan Announcer;
  3. Segera Pidanakan Dirut PT. pengusaha nakal
  4. Stop PHK sepihak

Negara ini adalah Negara hukum dan berdasarkan hal tersebut seharusnya kementrian ketenagakerjaan sebagai instansi pemerintahan yang bergerak di bidang ketenagakerjaan juga harus menegakkan hokum agar kaum buruh mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum.

Buruh bersatu tak bisa di kalahkan !
Buruh berkuasa rakyat sejahtera !

Jakarta, 24 April 2013

Pupuh Saefullah
Ketua Umum SPKAJ

One thought on “Pernyataan Sikap Serikat Pekerja Kereta Api Jabodetabek

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s