Sikap Persatuan Perjuangan Indonesia (PPI) Wilayah Jakarta Terhadap Kekerasan Yang Dilakukan Polisi Terhadap Perjuangan Buruh Bekasi dan Seruan Untuk Pentingnya Membangun Persatuan

Salam Pembebasan Nasional,

Sekali lagi didepan mata bahwa negara memposisikan dirinya berpihak sama kaum modal dan melawan rakyatnya sendiri. Bila sebelumnya kita mendengar kekerasan yang dialami oleh petani di beberapa daerah, sekarang mereka melakukan hal yang sama terhadap gerakan buruh. Pelaku kekerasannya sama yaitu kaum reaksioner (sebutan untuk tentara, polisi dan preman) yang selama ini memang dipersiapkan negara untuk menghalau setiap gerakan perlawanan yang akan mengganggu kepentingan kaum modal.

PPI Jakarta mengutuk tindakan arogansi aparat tanggal 11 September 2012 dengan melakukan represif kepada kaum buruh Bekasi saat melakukan aksi solidaritas terhadap pemogokan PT. Toppan Industrial Printing, Cibitung, Bekasi. Dalam tindakan represif aparat tersebut beberapa kawan buruh mengalami luka-luka, yang diantaranya dialami juga anggota PPI Jakarta. Selain itu mereka juga merusak motor yang digunakan oleh kaum buruh dalam melakukan solidaritas. Disatu sisi keterlibatan Brimob yang didatangkan dari Polda Metro Jaya makin memperjelas bahwasanya negara sudah mengangap bahwa gerakan buruh dalam perlawananya menghapus Sistem Kontrak dan Outsoursing merupakan ancaman serius bagi kelancaran dalam menjalankan agenda-agenda neoliberalisme dan politik upah murahnya. Dengan menghadapkan buruh dengan pasukan organik kepolisian nyata sudah bahwa negara memang tidak pernah serius dalam memperhatikan dan memperbaiki nasib kaum buruh seperti yang dijanjikannya bahkan membuktikan negara telah mengangap bahwa gerakan buruh adalah musuhnya. Hal yang sama yang juga nyata dialami oleh gerakan petani dan gerakan rakyat lainnya selama ini.

Dengan ini PPI Jakarta meminta POLRI segera untuk:

  1. Menarik Brimob kembali ke barak dan tidak menggunakannya lagi dalam menghadapi gerakan buruh dan menghukum anggota polri yang terlibat dalam tindakan represifitas 11 September tersebut
  2. Meminta maaf secara terbuka kepada seluruh kaum buruh Bekasi khusunya atas segala kekerasan yang dilakukannya. Tidak cukup rasanya bila permohonan maaf itu hanya pada tingkatan Polsek.
  3. Bertanggung jawab secara penuh atas segala biaya perawatan kawan-kawan buruh yang cidera dan mengantikan segala kerusakan yang ditimbulkan karena represifitas yang dilakukannya.

Kepada Kaum Buruh, PPI Jakarta menyerukan agar kejadian kekerasan ini kaum buruh tidak lah mengurangi semangat perlawanannya dan menjadi gentar. Bahkan dengan apa yang dialami saat ini kaum buruh harus makin meningkatkan PERSATUANNYA dan meninggikan semangat SOLIDARITASNYA. Karena itu adalah senjata yang paling ampuh dalam memenangkan setiap perlawanan-perlawanan yang selama ini dilakukan dan membendung setiap upaya negara melalui kaum reaksionernya untuk meredam aksi-aksi perlawanan kaum buruh. Disamping itu makin giatlah kaum buruh dalam hal ini untuk menarik dan menyadarkan buruh lain yang belum berserikat untuk masuk dalam satu barisan perlawanan. Menyakinkan diri bahwa hanya melalui persatuanlah maka penindasan dan ketidak adilan yang dilakukan kaum modal akan dapat diakhiri dan dimenangkan oleh kaum buruh.

Kepada gerakan rakyat lainnya, PPI Jakarta juga menyerukan  untuk segera melakukan persatuannya. Karena penindasan yang dialami oleh kaum buruh sama seperti yang dialami oleh mayoritas rakyat Indonesia yaitu buah dari kebijakan negara yang berpihak sama kepentingan kaum modal. Dan alat yang dipakai untuk merampas hak rakyat dan menghancurkan setiap perlawanan rakyat demi melanggengkan kepentingan kekuasaan kaum modal juga sama yaitu kaum reaksioner (polisi, tentara dan preman). Karena hanya terbangunnya persatuan perjuangan antar gerakan rakyatlah maka kekuasaan kaum modal yang merupakan akar dari segala persoalan dan penyebab terjadinya ketertindasan rakyat selama ini akan cepat di hancurkan. Rencana pemogokan nasional yang di pelopori kaum buruh dan berdekatan juga dengan Hari Tani harus dijadikan magnet persatuan perlawanan rakyat yang sejati. Kita buat kaum modal itu berikut kaum reaksioner sekutunya gemetar akan persatuan gerakan rakyat yang terbagun. Hanya dengan persatuan gerakan rakyatlah yang akan mampu merobohkan kekuasaan kaum modal. Persatuan gerakan rakyat yang dipimpin kaum buruh sajalah yang akan membawa rakyat ke dalam kesejahteraannya yang sejati.

Merdeka 100%

Sekretaris Kota PPI Wilayah Jakarta

Arie Widodo

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s