MP3EI sengsarakan rakyat

Program unggulan pemerintah yang terangkum dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dinilai tak simetris dengan upaya pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat. Kenapa alasannya?

Juru bicara Institut Proklamasi, Sukron Djamal, menjelaskan, pihaknya melihat ada beberapa kelemahan konsep pembangunan tersebut di bawah kepemimpinan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa tersebut. Pertama, MP3EI masih berdasarkan pertumbuhaan. “Padahal, persoalan utama Indonesia adalah struktur. Ekonomi masyarakat yang masih tumpang tindih,” ujar Sukron, hari ini.

Kelemahan kedua, terletak pada strategi MP3EI yang tidak melihat penguatan struktur ekonomi dan transformasi ketenagakerjaan dalam masterplan tersebut. Padahal, tujuan utama MP3EI adalah memicu pertumbuhan ekonomi dengan cara meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat.

Institut Proklamasi juga melihat kelemahan ketiga dari program MP3EI adalah porsi pelaku ekonomi asing sangat besar. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya ruang yang diberikan pemerintah kepada asing lewat kerja sama bilateral dan liberalisasi perdagangan saat ini.

Keempat, dia melanjutkan, pembangunan koridor berdasarkan kepulauan yang dilakukan, dinilai menimbulkan kekakuan dan disparitas antar pulau. “Misalnya, Jawa difokuskan ke industri dan jasa. Pertanyannya, bagaimana dengan pertanian di daerah tersebut,” tandasnya.

Sejumlah persoalan yang dihadapi rencana besar Indonesia tersebut juga didukung kurang terkoordinasinya pemerintah, khususnya tim ekonomi Indonesia saat ini. “Ini semua seharusnya tak akan terjadi jika ada komunikasi yang baik antar institusi pemerintah,” kata Sukron.

Berdasar data Bappenas terkait pemancangan (groundbreaking) proyek 2012, Sumatera terdapat 34 proyek dengan nilai investasi Rp71,3 triliun, Jawa dengan 31 proyek senilai Rp216,5 triliun, Kalimantan dengan 10 proyek senilai Rp5,9 triliun, Sulawesi dengan 9 proyek senilai Rp3,8 triliun, Bali-Nusa Tenggara dengan 8 proyek senilai Rp15 triliun, dan Papua-Kepulauan Maluku dengan 18 proyek senilai Rp56 triliun.

Sementara itu, menurut analis pertanahan, M. Fadhil Hasan MP3EI akan berimplikasi terhadap pertanahan di wilayah Indonesia. Karena itu MP3EI dinilai akan membahayakan dan merugikan rakyat sendiri.

M. Fadhil Hasan, mengatakan secara historis atau konseptual MP3EI merupakan bentuk ketidakapuasan terhadap RPJPM yang dinilai masih pada tataran normatif. Menurutnya, MP3EI hanya memberikan ruang bagi pelaku ekonomi asing melalui instrumen liberalisasi perdagangan.

“Jadi menurut saya persoalan penting adalah masalah strukutur ekonomi yang masih timpang. Tapi pendekatan MP3EI kenyataanya masih berdasarkan pertumbuhan. MP3EI hanya memberi ruang yang besar bagi pelaku ekonomi asing melalui instrumen liberalisasi perdagangan,” ujar Fadhil.

Menurut Fadhil, MP3EI hanya memacu pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita yang tinggi, tetapi tidak ada strategi penguatan struktur ekonomi dan transformasi ketenagakerjaan.

“MP3EI juga hanya memberi porsi besar kepada swasta nasional namun meninggalkan konsep usaha kecil seperti koperasi dan UKMK,” ujarnya.

Bahkan menurut Fadhil, pembangunan koridor berdasarkan pulau hanya menimbulkan kekakuan. Misalnya pulau Jawa yang fokus pada industri dan jasa. “Bagaimana dengan pertanian? Padahal di luar Jawa belum tentu cocok untuk lahan pertanian.”

Bukan hanya itu, menurut Fadhil, dengan hadirnya MP3EI ini pembangunan infrastruktur juga dinilai lebih banyak melayani kepentingan sektor industri atau jasa dan cenderung abai terhadap sektor pertanian seperti irigasi, bendungan, jalan desa dan sebagainya.

Sumber: http://waspada.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s