Pemerintah Revisi Target Pertumbuhan Industri

Angga Aliya ZRF – detikFinance

Jakarta – Pemerintah akan merevisi target pertumbuhan industri nasional yang sebelumnya dipatok sebesar 5% hingga akhir tahun 2008. Penyebab utamanya disinyalir adanya penurunan penyerapan ekspor beberapa produk manufaktur seperti tekstil dan sepatu ke pasar Amerika Serikat.

Demikian hal tersebut diungkapkan Menteri Perindustrian Fahmi Idris di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta , Minggu (5/10/2008).

“Dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika pasti akan memengaruhi sejumlah komoditas produk manufaktur nasional yang mengandalkan pasar di sana ,” jelasnya usai rapat kordinasi bersama beberapa menteri.

Ia juga menambahkan, melemahnya pasar Amerika tidak bisa dihindari sehingga secara langsung ekspor produk manufaktur dalam negeri akan mengalami gangguan. ujar Fahmi di Jakarta, kemarin.

“Pasti akan mempengaruhi target pertumbuhan industri, pasar Amerika kan sedang melemah. Ekspor produk manufaktur kita akan mengalami gangguan,” ucapnya.

Namun ia tidak merinci berapa target pertumbuhan industri yang bisa dicapai insudtri nasional setelah memperhitungkan krisis AS.

Menurutnya, pasar Amerika baru akan pulih sekitar enam bulan ke depan. “Setelah bailout dikelurkan ternyata tidak memberikan dampak positif, saham Dow Jones malah jatuh. Memang ada beberapa yang stabil tapi perlu waktu untuk kembali normal,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, ekpor nasional memang sangat dipengaruhi pasar Amerika. Namun hal ini tidak hanya terjadi bagi Indonesia saja, tetapi juga bagi banyak negara lainnya.

“Secara finansial berbagai negara bisa melakukan pemulihan dengan berbagai cara, termasuk juga kita,” tuturnya.

(ang/lih)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s