Gaji Buruh Venezuela Naik 30%

Thursday, 01 May 2008 KARAKAS(SINDO) 

Buruh di Venezuela merasakan kebahagiaan bertepatan dengan Mayday atau Hari Buruh kemarin. Presiden Venezuela Hugo Chavez menaikkan upah minimum pekerja sebesar 30%.Kebijakan itu merupakan berita paling membahagiakan di tengah protes buruh di berbagai belahan dunia guna menuntut perbaikan kondisi, kemarin. Kebijakan baru Chavez itu efektif berlaku tepat pada Hari Buruh (1/5) kemarin.Menurut Chavez, kenaikan gaji itu diberikan sebelum dia bertempur melawan tingkat inflasiyangtinggidi AmerikaLatin.

Saya berjanji memerangi kenaikan harga yang meningkat 22,5% tahun lalu.Namun sebelum itu,komitmen pertama pemerintah untuk menjaga daya beli buruh,” ungkap Chavez. Ratusan anggota serikat buruh menyambut keputusan itu dengan suka cita. Dengan peningkatan upah minimum 30%,kini gaji buruh di Venezuela sekitar USD372 atau Rp3,4 juta per bulan.

Ini merupakan gaji buruh tertinggi di Amerika Latin,”kata Chavez bangga. Pekerja di Venezuela termasuk yang paling beruntung di bandingkan dengan buruh di negara Amerika Latin lain. Pekerja Venezuela juga menerima berbagai tunjangan, seperti makan dan perumahan. Pemerintah Venezuela meningkatkan suku bunga pada Rabu (30/4) untuk mendorong rakyatnya agar menabung dan meningkatkan likuiditas.

Kebijakan itu muncul bersamaan dengan melimpahnya pendapatan pemerintah dari ekspor minyak. Chavez mendorong pekerja untuk menabung meski bunga bank masih lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi. Banyak warga Venezuela lebih memilih membelanjakan uang mereka untuk membeli barang-barang konsumtif daripada menabung.

Sementara di China,pemerintah menyelidiki ribuan pabrik di wilayah selatan, pusat produksi barang ekspor atau disebut pabrik dunia.Penyelidikan dilakukan setelah surat kabar Southern Metropolis melaporkan skandal buruh anak. Skandal itu merupakan isu sensitif menjelang Olimpiade Beijing Agustus mendatang. ”Polisi melakukan penyelidikan serius setelah sedikitnya 79 anak-anak dari daerah terpencildiLiangshan, ProvinsiSichuan, ditemukan mengalami eksploitasi,”kata Juru Bicara Pemerintah Daerah Shipai.

Southern Metropolis melaporkan, ratusan anak dari Liangshan, sebagian besar berusia 13–15 tahun, dijual dan diculik untuk bekerja di pabrik- pabrik di wilayah selatan, khususnya di Dongguan, pusat ekspor utama di China. Sementara di Turki, polisi antihuru-hara menggunakan pemukul, gas air mata, dan meriam air untuk membubarkan unjuk rasa buruh.

Demonstran berusaha menuju Lapangan Utama Istanbul, Taksim,dalam pawai Hari Buruh yang dilarang pemerintah. Ribuan polisi dikerahkan di jalanan setelah persatuan buruh menyatakan akan mengabaikan larangan pemerintah dan merayakan Hari Buruh di Lapangan Taksim. Persatuan buruh kemudian membatalkan rencananya karena polisi melakukan penjagaan ketat.

Meski demikian, kelompok kiri tetap berusaha menuju Lapangan Taksim.Mereka terus maju dengan membawa tongkat, batu bata, batu, dan wajah mereka ditutupi sapu tangan. Bentrok antara polisi dan pengunjuk rasa pun tak dapat dihindari.Saatpolisimenyer-bu ke arah pengunjuk rasa, sejumlah demonstran melem-paripolisidenganbatu. Sedikitnya 30 orang terluka dalam bentrok tersebut.Korban di-perkirakan lebih dari itu. (Rtr/AFP/AP/- TheHindu/syarifudin)

http://www.seputar-indonesia.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s