Mohon dukungan solidaritas PT.Panji Saburai Putra Bersatu

Mohon dukungan solidaritas kawan-kawan untuk mendukung mediasi dan aksi kawan-kawan Serikata Buruh PT.Panji Saburai Putra Bersatu ke Disnakertrans Lampung Selatan (0727 322331) dan ke PT.Panji Saburai Putra (0721 350376) yang isinya meminta menyelesaikan Kasus 81 buruh yang dirumahkan sejak 2006 sebagai bahan pertimbangan dilampirkan kronologi kasus.

============================================================================

KRONOLOGI DIRUMAHKANNYA 54 ORANG BURUH

PT. PANJI SABURAI PUTRA

Kami yang bertandatangan di bawah ini :

1.

Nama

:

Majidah

Umur

:

42 tahun

Pekerjaan

:

Buruh PT. Panji Saburai Putra

Jabatan

:

Sortir Daging

Alamat

:

Lematang – Tanjung Bintang

2.

Nama

:

Sulis SN

Umur

:

24 tahun

Pekerjaan

:

Buruh PT. Panji Saburai Putra

Jabatan

:

Sortir Daging

Alamat

:

Toto Harjo RT/RW.05/04 – Tanjung Bintang

Adalah benar-benar buruh PT. Panji Saburai Putra yang mewakili 52 orang buruh PT. Panji Saburai Putra (nama dan tanda tangan terlampir) yang mengaku dirugikan atas pelaksanaan kebijakan merumahkan buruh yang dilakukan oleh

PT. Panji Saburai Putra dengan kronologi kejadian sebai berikut :

1.

Bahwa pada medio 2000 hingga medio 2001 ke 54 buruh melamar pekerjaan di PT. Panji Saburai Putra dan diterima dibagian Picker setelah sebelumnya detraining selama 3 hari dengan sistem pembayaran upah mingguan.

2.

Bahwa pada medio 2001 volume kerja sengaja dikurangi oleh Manajemen PT. Panji Saburai Putra sehingga menyebabkan ke 54 buruh harus bekerja secara bergiliran dikarenakan bahan baku sengaja dikurangi.

3.

Bahwa pada medio November 2001 54 buruh dipindahkan dari bagian picker ke bagian sortir.

4.

Bahwa hingga Januari 2003, ke 54 buruh bekerja tanpa ada masalah dengan mendapatkan hak normative berupa upah setara UMP (Upah Minimum Provinsi), penggantian transport, uang makan, cuti melahirkan, Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 1 bulan upah. Selain itu ke 54 buruh juga mendapatkan insentif dan bonus.

5.

Bahwa mulai medio 2003, manajamen PT. Panji Saburai Putra menambah 100 orang buruh yang hanya dipekerjakan selama 4 bulan dalam setiap tahun.

6.

Bahwa mulai medio 2005 manajemen PT. Panji Saburai Putra sering melakukan kebijakan pindah meja, pindah kelompok dan kerja lembur yang tidak boleh ditolak, serta bagi buruh yang tidak mencapai target speed akan dirumahkan.

7.

Bahwa pada medio 2005 Diki Warso (Supervisor) mulai sering marah-marah dan memaki dengan kata-kata kasar kepada seluruh buruh apabila tidak mencapai target produksi dan tidak segan-segan merumahkan buruh yang dianggap membandel tanpa dibayar upahnya.

8.

Bahwa pada medio 2005 manajemen PT. Panji Saburai Putra berencana mengurangi jumlah buruh tanpa alasan yang jelas dan volume kerja terus-menerus dikurangi secara drastis.

9.

Bahwa pada medio Mei 2005 salah seorang buruh bernama Juminah dipaksa menandatangani surat perjanjian mewakili seluruh buruh untuk setuju merubah satatus kerja menjadi buruh harian lepas.

10.

Bahwa pada medio Mei 2005 sebanyak 200 orang buruh melakukan aksi mogok untuk menuntut tambahan bonus yang sengaja dikurangi manajemen PT. Panji Saburai Putra dan dikabulkan.

11.

Bahwa pada medio November 2005 THR buruh yang besarnya “dipukul rata” sebesar Rp. 405.000.

12.

Bahwa mulai Januari 2006 seluruh buruh sering dirumahkan oleh manajemen Bahwa pada medio 2005 manajemen PT. Panji Saburai Putra tanpa diberikan hak-haknya selama dirumahkan.

13

Bahwa pada medio 2006 manajemen PT. Panji Saburai Putra memPHK 35 orang buruh tetapnya.

14.

Bahwa pada tanggal 17 Oktober 2006 manajemen mengumumkan pengurangan pembayaran THR sehingga seorang buruh hanya menerima THR sebesar Rp. 150…000 dan apabila tidak diambil pada tanggal yang telah ditetapkan akan dianggap hangus.

15.

Bahwa pada tanggal 20 Oktober 2006 54 buruh mengadukan ke Disnaker Kota Bandar Lampung dan di dampingi Serikat Buruh Lampung (SBL),tetapi pihak Disnaker Kota Bandar Lampung menyarankan masalah tersebut diselesaikan di perusahaan.

16.

Bahwa pada tanggal 22 November 2006 pihak Disnaker Bandar Lampung

dan dari pihak Disnaker Kabupaten Lampung Selatan datang ke perusahaan untuk menyelesaikan masalah THR, tetapi perundingan tersebut tidak ada kata kesepakatan dengan pihak buruh (deadlock), dan seluruh buruh merasa kecewa karena Serikat Buruh Lampung Yang mendampingi kami saat berunding tidak hadir. Hasil pertemuaan itu pihak Disnaker Kabupaten Lampung Selatan (Bp. Parada) Mengatakan dan meminta kepada Bp.Hari Pramana (Manajer Personalia PT. Panji Saburai Putra) untuk tidak mengeluarkan Pengurus serikat buruh yang menjadi wakil dalam perundingan.Dan Bp.Hari Pramana pernah berjanji setelah lebearan nanti kami akan di pekerjakan lagi secara bergilir sesuai volume daging maka kami mengambil THR tersebut. Bahwa pada awalnya seluruh buruh sepakat untuk tidak mengambil THR tetapi ada sebagian buruh yang mengambil dan ada pula yang tidak mengambil karena ada yang mudik. Dan setelah pulang dari mudik buruh tersebut tidak dapat mengambil THR karena dianggap hangus oleh Hari Pramana (manajer Personalia).

17.

Bahwa pada bulan November 2006 beberapa orang buruh yang menjadi Pengurus Serikat Buruh yang ada di depan di pindahkan ke kelompok/meja yang paling ujung dan dianggap meja pinjaman serta sering dirumhkan tanpa pemberitahuaan dari pihak manajemen PT. Panji Saburai Putra kapan bisa bekerja lagi.

18.

Bahwa pada bulan Januari 2007 57 buruh yang didampingi Serikat Buruh Lampung menanyakan kepada Bp. Hari Pramana (Manajer Personalia PT. Panji Sabruai Putra) tentang kebijakan merumahkan buruh, kebijakan perusahaan merekrut buruh baru. Dan Hari Pramana memberikan penjelasan “Kalau kalian saya pekerjakan itu karyawan saya, kalau tidak di pekerjakan berarti bukan karyawan saya karena saya mencari karyawan yang single.

19.

Bahwa pada tanggal 19 Februari 2007, 57 buruh didampingi Serikat Buruh Lampung mengadukan PT. Panji Saburai Putra kepada Disnaker Lampung Selatan tentang kebijakan merumahkan buruh tanpa alasan yang jelas dan tanpa batas waktu dengan disertai kebijakan tidak membayarkan hak normatif buruh.

20.

Bahwa pada tanggal 26 Maret 2007 Serikat Buruh Lampung mendapat panggilan ke Disnaker Lampung Selatan untuk mediasi pengaduan 54 orang buruh.

21

Bahwa pada tanggal 29 Maret 2007 54 orang buruh dengan didampingi Serikat Buruh Lampung memenuhi panggilan ke Disnaker Lampung Selatan untuk berunding dengan perusahaan, tetapi perusahaan tidak datang.

22.

Bahwa pada tanggal 16 April 2007, 54 buruh dengan didampingi Serikat Buruh Lampung memenuhi panggilan ke 2 dari Disnaker Lampung Selatan untuk berunding dengan manajemen PT. Panji Saburai Putra. Hasil perundingan adalah 54 buruh menolak di PHk jika tidak diberi pesangon dan manajemen PT. Panji Saburai Putra tidak dapat memenuhi tuntutan buruh karena tidak ada uang.

23.

Bahwa pada tanggal 30 April 2007 kami mendapat panggilan ke 3 untuk berunding dengan pihak perusahaan.

24.

Bahwa pada tanggal 14 Juni 2007 Serikat Buruh Lampung yang mendampingi 54 buruh dan manajemen PT. Panji Saburai Putra memenuhi panggilan ke 3 Disnaker Lampung Selatan untuk melakukan perundingan. Dalam pertemuan tersebut manajemen PT. Panji Saburai Putra tetap tidak mau memenuhi tuntutan buruh karena tidak ada uang dan menganggap bahwa buruh yang menuntut adalah berstatus harian lepas dengan. Bukti surat perjanjian pindah status menjadi status harian lepas saudara Jumami yang dibuat dihadapan manajemen PT. Panji Saburai Putra yang diajukan oleh Hari Pramana (Manajer Personalia) ditolak oleh Bp. Haryadi karena dianggap cacat hukum dan isi perjanjian menyalahi undang-undang dan status buruh adalah buruh tetap.

25.

Bahwa pada tanggal 23 Juli 2007 Serikat Buruh Lampung Mendapatkan Surat Anjuran dari pihak Disnaker Lampung Selatan yang isinya “Agar pimpinan PT.Panji Saburai Putra memberikan pesangon kepada para pekerja sebanyak (54 Orang) yang di berhentikan (PHK) sebanyak 2X ketentuan pasal 156 ayat (2) dan Pasal 156 (3 dan 4) UU NO. 13 Tahun 2003.” Dan setelah menunggu beberapa hari ternyata pihak perusahaan tidak memberikan jawaban secara tertulis

26.

Bahwa pada tanggal 30 Agustus 2007 Serikat Buruh Lampung (diwakilkan Sarmidi), PT. Panji Saburai Putra (diwakilkan Hari Pramana) dan Disnaker Lampung Selatan (diwakilkan Haryadi) melakukan perundingan tanpa sepengetahuan ke 54 buruh dan menghasilkan perjanjian yang isinya merugikan buruh (hanya 9 orang yang berhak mendapatkan pesangon).

27.

Bahwa sejak tanggal 10 September 2007 memutuskan untuk melanjutkan kasus ini karena merasa dirugikan oleh PT. Panji Saburai Putra dan Serikat Buruh Lampung.

Demikian kronologi ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

Tanjung Bintang, 24 Desember 2007

YANG BERTANDATANGAN

(Majidah)

(Sulis SN)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s