Krisis BBM:Harga Minyak Capai Rekor, Pemerintah Kaji Subsidi

JAKARTA (Lampost): Pemerintah tengah mengkaji perubahan mekanisme subsidi bahan bakar minyak (BBM), dari subsidi harga menjadi subsidi langsung. Upaya tersebut dilakukan untuk mengatasi pembengkakan subsidi akibat meroketnya harga minyak dunia yang menembus 99,29 dolar AS per barel, kemarin (21-11).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro menegaskan kenaikan harga minyak dunia yang mencapai rekor baru tersebut membuat subsidi BBM tahun ini membengkak, dari Rp55,6 triliun menjadi Rp87,7 triliun.

Walaupun begitu pemerintah tidak akan mencabut subsidi. “Yang akan dilakukan pemerintah adalah memperbaiki sistem, dari subsidi harga menjadi subsidi langsung,” kata Purnomo di Jakarta, kemarin.

Purnomo mengemukakan untuk mengurangi subsidi ada tiga pilihan yang bisa diambil, yakni menaikkan harga, mengurangi volume, dan kombinasi keduanya. Namun, langkah pertama dan ketiga sulit dilakukan karena ongkos politik dan sosialnya tinggi. “Jadi pilihannya tinggal satu, yakni mengurangi volume.”

Selain mengubah mekanisme subsidi, cara lain untuk mengurangi volume BBM adalah dengan memperbanyak pemakaian energi altenatif. Tantangan terbesar pemerintah kini, ujar dia, adalah bagaimana mengurangi komposisi subsidi BBM terbesar, yakni premium 11 juta kiloliter (kl) dan minyak tanah sekitar 9 juta–10 juta kl untuk digantikan alternatif energi yang lain.

Besaran volume BBM yang disubsidi seperti solar, minyak tanah, dan premium dalam APBN Perubahan tahun 2007 mencapai 36,03 juta kl. Itu setara dengan 226,6 juta barel per tahun atau 620 ribu barel per hari.

Jika subsidi dicabut, 1 liter premium mestinya dijual dengan harga sekitar Rp7.000, sedangkan 1 liter solar setara dengan sekitar Rp7.800. Dengan hitungan seperti itu, tiap 1 liter premium pemerintah menyubsidi sekitar Rp2.500, sedangkan tiap 1 liter solar jumlah subsidinya sekitar Rp3.000.

Harga minyak dunia naik mendekati ambang psikologis 100 dolar AS per barel, kemarin, akibat turunnya mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap euro. Pada awal perdagangan di New York, kontrak utama minyak jenis ringan untuk pengiriman Januari mencapai 99,29 dolar AS per barel, memecahkan rekor sebelumnya 98,62 dolar AS per barel pada tanggal 7 November lalu. n X-1

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s