Surat terbuka menyambut Kongres I KPBI

Jakarta,  3 September 2016

Kepada Kawan-Kawan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI)

Salam Persatuan Perjuangan !

Salam Pembebasan Nasional !

Sebagai awalan kami dari Persatuan Perjuangan Indonesia turut berbahagia karena akhirnya sampai waktunya Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) melakukan Kongres I. Buah dari suatu proses pembangunan bila dilihat lagi ke belakang telah melalui perjalanan yang panjang. Jatuh bangunnya proses penyatuan sebagai bagian dalam proses dialektika yang tidak membuat jera tetapi malah semakin memperkuat mental dan semangat kaum kita yaitu kaum buruh untuk tegap memimpin perubahan menuju tatanan dunia baru kedepan yang kelak akan membawa kepada kesejahteraan rakyat dan yang memanusiakan manusia. Terbentur, terbentur, terbentur, TERBENTUK. Terbentuk menjadi Konfederasi baru dan juga terbentuk kesadaran kaum buruh dari kesadaran yang ekonomis menjadi kesadaran politik yang berwatak klas buruh. Baca lebih lanjut

Kaum Buruh dan Rakyat Indonesia, Bersatulah dan Bangun Alat Politik Kerakyatan

10176094_10203237683885551_1839271071331816124_nMay Day adalah peristiwa bersejarah bagi kaum buruh. Banyak buruh yang ditangkap dan mati pada peristiwa yang berlangsung pada tahun 1886 itu. Pada saat itu seluruh kaum buruh menuntut pemberlakuan delapan kerja dalam sehari. May Day adalah sejarah kelam bagi kelas buruh, sekaligus juga menjadi penanda titik balik kebangkitan kelas buruh yang mampu memenangkan tuntutan delapan jam kerja.

Saat ini, May Day diperangati menjadi hari perjuangan kelas buruh yang tertindas di dalam sistem kapitalisme ini. Di Indonesia peringatan May Day merupakan peringatan atas peristiwa bersejarah guna menciptakan perjuangan yang lebih revolusioner menuju pembebasan kaum buruh dari penindasan kapitalisme.

Setelah pada May Day tahun lalu, beberapa organisasi menyerukan kaum buruh untuk berpolitik, sekarang pada May Day tahun ini GBI menyerukan membentuk alat politik politik bersama dalam bantuk organisasi massa yang menaungi seluruh kekuatan politik rakyat secara luas. Baca lebih lanjut

Salahkah Buruh Menuntut Hak Pekerjaan dan penghidupan yang layak?

18bg-copyStudy kasus perjuangan PTP FPBI PT Johnson

Setahun sampai belasan tahun buruh setiap harinya melakukan aktivitas rutin mereka bekerja berdasarkan jam dan shift kerja yang memang telah ditentukan. Berangkat pagi pulang sore, berangkat sore pulang malam, berangkat malam pulang pagi begitu seterusnya. Aktivitas tersebut terjadwal, tertuang dalam peraturan perusahaan yang dibuat oleh perusahaan itu sendiri, yang mau tidak mau, suka tidak suka harus dijalankan oleh para buruh karena jika tidak dipatuhi segala bentuk sanksi sudah menunggu tidak terkecuali sanksi dikeluarkand ari perusahaan.

Bertahun-tahun pekerjaan tersebut dilakukan sudah pasti menghasilkan nilai yaitu nilai pakai dan nilai tukar, karena jika pekerjaan yang dilakukan para buruh tidak menghasilkan nilai maka akan tidak mungkin perusahaan tersebut berdiri tegak sejak dahulu kala hingga sekarang. Bahwa tidak akan mungkin suatu perusahaan tetap berdiri bahkan terus mengembangkan usahanya apabila tidak ada keuntungan besar yang dihasilkan dari aktivitas produksi dan distribusi barang-barang (nilai Guna&Nilai Tukar) yang dihasilkan oleh para buruh. Sehingga sangat sering kita dengar bahwa keberadaan buruh dalam suatu perusahaan merupakan kekayaan hidup berharga yang dimiliki oleh suatu perusahaan. apakah kita bisa mengatakan buruh itu tidak penting? Baca lebih lanjut

Persatuan Buruh Indonesia Bersama Massa Rakyat Membangun Alat Politik Melawan Pasar Bebas

Dfpbi1ampak dari krisis ekonomi global masih menjadi faktor melambatnya pertumbuhan ekonomi dan melahirkan kesenjangan sosial. Krisis ekonomi global tidak lain adalah krisis kapitalisme. Filosofi dari kapitalisme adalah kebebasan dan persaingan. Dasar filosofi tersebutlah yang mengerakan praktik monopoli. Persaingan untuk memonopoli, kemudian didalamnya memunculkan kontadiksi-kontradiksi yang tidak bisa dihindari, sehingga kapitalis saling berlomba dalam mengakumulasikan modal sebanyak-banyaknya. Akibat perlombaan tersebut, rakyat semakin tereksploitasi dan menderita, akhirnya pada titik tertentu daya beli masyarakat menurun dan industri mengalami over produksi.

Namun praktik penyelamatan krisis kapitalisme oleh pemerintahan borjuasi dengan melakukan, pertama, meminta bantuan (utang) kepada lembaga keuangan internasional seperti IMF dan World Bank. Kedua, memberikan dana stimulus atau dana talangan kepada industri ataupun perbankan yang bangkrut. Ketiga, pemerintah borjuasi melakukan pengetatan-pengetan anggaran sebagai langkah penghematan anggaran. Dari langkah penyelamatan krisis tersebut telah mengorbankan kehidupan rakyat –artinya, rakyatlah yang menanggung penderitaannya dari langkah-langkah penyelamatan krisis kapitalisme tersebut.
Krisis Ekonomi dan Jalan Penindasan Kapitalisme.

Baca lebih lanjut

Kaum Buruh, Ayo Berpolitik dan Majukan Gerak Sejarah

PERSATUAN PERJUANGAN INDONESIA

Pernyataan Sikap pada Peringatan May Day 2015

cropped-persatuan-perjuangan1.jpgDi tahun ini, may day berbeda, pertama karena Pemerintah telah menjadikan may day sebagai hari libur nasional, kedua kaum buruh memberanikan diri mendeklarasikan satu sikap bersama, yaitu buruh berpolitik dan membangun alat politiknya sendiri. Kesadaran dan perjuangan kaum buruh telah selangkah lebih maju, dari yang semula bersifat ekonomis menjadi politis. Kenyataan yang terjadi beberapa tahun belakangan dari berbagai pengalaman perjuangan kaum buruh yang bermacam-macam serikat buruh/serikat pekerja (SP/SB), mulai dari penolakan terhadap PHK sepihak dan perjuangan penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, lalu mogok nasional telah memberikan pelajaran berarti bagi kaum buruh. Kesadaran-kesadaran berjuang tersebut perlahan dan pasti semakin kuat, semakin maju. Baca lebih lanjut

SITUASI SEKARANG AKAN PENTINGNYA PARTAI BURUH DAN LANGKAH KE DEPAN

restuKebuntuan kapitalisme dan politik borjuasi yang kita saksikan hari ini membutuhkan sebuah kepemimpinan yang sejati, dan kepemimpinan ini hanya bisa datang dari kelas buruh. Kelas buruh, dengan memimpin dan merangkul semua lapisan tertindas, adalah satu-satunya kelas revolusioner yang dapat membebaskan bangsa ini dari rantai kapitalisme dan imperialisme yang tidak hanya mengikatnya tetapi juga mencekiknya.

Bukannya bersandar pada kelas borjuasi nasional dan para perwakilannya, bukannya membonceng dan menitipkan suara pada partai-partai borjuasi, bukannya membatasi diri pada pilihan terbaik dari yang buruk, tetapi menyerukan kemandirian kelasnya dengan lantang dan tegas. Secara konkret ini berarti sudah saatnya kelas buruh membangun partai politiknya sendiri, membangun sebuah partai buruh massa. Bangsa ini membutuhkan kepemimpinan revolusioner dari kelas buruh, dan adalah tanggung jawab – dan bahkan kehormatan – bagi kelas ini untuk mengemban tugas ini.

Baca lebih lanjut

“KAPITALISME TELAH GAGAL DALAM MENSEJAHTERAN RAKYAT, MEA ADALAH PROGRAM PEMERINTAH UNTUK MERAMPAS HAK & MENYENGSARAKAN RAKYAT”

Pernyataan Sikap Aksi Serentak KPOP

(Kesatuan Perjuangan Organisasi Pemuda)

27 April 2015

kpopMasyarakat Ekonomi Asean atau pasar bebas wilayah asean adalah program yang akan dilakukan oleh pemerintahan jokowi-jk pada akhir tahun 2015. Apa yang telah dikatakan oleh jokowi-jk bahwa berjalannya MEA akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi negara. Tapi sejatinya, MEA adalah program liberalisasi yang semakin menghancurkan Indonesia. Indonesia yang dijadikan basis pasar dan basis produksi karena melihat banyaknya sumber daya manusia, tenaga kerja dengan upah yang murah dan tidak lain dengan kekayaan sumber daya alamnya yang sangat besar. Dengan semua yang tersedia, maka akan menjadi daya tarik investor-investor asing untuk menanamkan modalnya di indonesia, serta didukung oleh penghapusan tarif BEA dan menghapus pembatasan investasi asing.

MEA juga memaksa rakyat Indonesia untuk berhadapan langsung dan bersaing dengan rakyat dari negara-negara lain, hal itu akan semakin berbahaya untuk tenaga kerja Indonesia. Melihat tenaga kerja Indonesia yang sangat minim lulusan SMP – SMA dan kemampuan buruh yang kurang lalu ditambah dengan sistem kerja kontrak dan outsourcing. MAka akan banyak buruh Indonesia yang akan digantikan oleh buruh-buruh dari negara lain sehingga akan marak terjadinya PHK massal dan bertambahnya pengangguran. Dari hal ini semakin jelas bahwa negara tidak lagi memikirkan nasib buruh yang sampai saat ini masih mengalami diskriminasi sampai kekerasan dan dibayar murah. Baca lebih lanjut